Peserta Pelatihan di Lereng Sumbing Akhirnya Dibebaskan

Proses pemulangan anggota JAS. Foto: metrojateng.com
Proses pemulangan anggota JAS. Foto: metrojateng.com

METROSEMARANG.COM – Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 20 jam di Mapolres Temanggung, 38 anggota Jamaah Asorut Syariah (JAS) akhirnya diizinkan pulang. Peserta pelatihan semimiliter di lereng Gunung Sumbing itu dinyatakan tidak terkait gerakan terorisme.

“Namun mereka wajib lapor dan barang bukti masih kita amankan di Mapolres,” kata Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto, Minggu (21/2).

Para anggota JAS dilepas pada Sabtu (20/2) malam sekitar pukul 21.00 wib setelah mereka menjalani serangkaian pemeriksaan secara marathon. Mereka dipulangkan ke daerah masing-masing, seperti Semarang, Kendal, Solo, Sukoharjo, Karanganyar dan Wonosobo dengan menumpang kendaraan truk dalmas dan mobil ambulans yang sudah disiapkan.

Sebelumnya, mereka dikembalikan lebih dulu di base camp yakni di dusun Jambon desa Gandurejo, kecamatan Bulu, kabupaten Temanggung. Selanjutnya, baru mereka dipulangkan dan dikawal polisi bersenjata lengkap.

Kapolres menyatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, ke 38 orang tersebut belum memenuhi unsur tindak pidana dan belum ada indikasi keterkaitanya dengan gerakan terorisme. Polisi juga melakukan pembinaan agar tidak mengulangi tindakan serupa.

Para anggota JAS juga telah mengakui, kalau kegiatan yang mereka lakukan adalah salah karena tidak ada izin dari pihak yang berwenang. “Mereka sudah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 38 anggota JAS ditangkap saat sedang melakukan latihan semi militer di lereng Gunung Sumbing Temanggung, Jumat (19/2) malam. Mereka diduga ada kaitannya dengan aksi terorisme.

Namun tuduhan itu dibantah oleh Humas JAS Jateng, Endro Sudarsono. Ia menjelaskan, latihan di lereng Gunung Sumbing merupakan latihan antisipasi kebencanaan. Ia juga menegaskan, selama mengikuti pelatihan peserta tidak diperbolehkan membawa senjata api dan senjata tajam.

Terkait temuan sangkur dan senjata angin, katanya, barang bukti yang ada tersebut ditemukan di rumah Suparlan. Ia mengaku bahwa bendera warna hitam tersebut merupakan bendera organisasi JAS.

Menurutnya, JAS merupakan pecahan dari organisasi Jamaah Ansharut Tauhit (JAT), namun JAT lebih condong kepada ISIS. Sedangkan JAS merupakan organisasi keamanaan yang baru setahun ini berdiri. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.