Petani Tembakau Serukan Petisi Sindoro pada Presiden Jokowi

METROSEMARANG.COM – Momentum Gebyar Tanam Tembakau 2016 dimanfaatkan petani tembakau untuk menyerukan Petisi Sindoro. Petisi ini disusun Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

Petisi dibacakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTI H Parmuji di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan ribuan petani tembakau. Gebyar Tanam Tembakau 2016 dipusatkan di Desa Mranggel Kulon, Kecamatan Bansari, Temanggung, Selasa (3/5).‎

Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri Gebyar Tanam Tembakau 2016 di Desa Mranggel Kulon, Kecamatan Bansari, Temanggung, Selasa (3/5).‎ Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri Gebyar Tanam Tembakau 2016 di Desa Mranggel Kulon, Kecamatan Bansari, Temanggung, Selasa (3/5).‎ Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo


Parmuji membacakan, Petisi Sindoro dilatarbelakangi terancamnya ‎kehidupan 2,3 juta petani tembakau di Indonesia. Petani terjepit situasi sulit karena murahnya harga tembakau dan sedikitnya daya serap pabrik rokok.

“Celakanya belum ada payung hukum jelas terhadap perlindungan petani diperparah dengan ‎ berbagai pelarangan yang eksesif dan tidak rasional, serta‎ lnggarnya impor tembakau dari luar negeri,” katanya.‎

Oleh karena itu APTI mengeluarkan Petisi Sindoro yang merupakan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI. Petisi berisi tuntutan agar segara disahkannya ‎Rancangan Undang-Undangan Pertembakauan, dan ‎alokasi dana bagi hasil cukai tembakau diprioritaskan untuk kesejahteraan petani. Kemudian pemerintah agar mengendalikan impor dan mengutamakan tembakau lokal. Terakhir ialah pembentukan  dewan tembakau Indonesia sesuai amanat UU No 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan yang telah direvisi UU No 50 tahun 2014.

Petisi tersebut diserahkan kepada Ganjar Pranowo untuk disampaikan kepada Presiden Jokowi. “Kami berharap Pak Gubernur memperjuangkan nasib kami ke presiden,” tegas Parmuji.

Menanggapi itu, Ganjar mengaku tak lama lagi akan menghadap DPR RI. Ia mengajak juga Gubernur Jatim dan Nusa Tenggara Barat yang merupakan tiga daerah sentra tembakau di Indonesia.

“Secara informal sudah saya sampaikan ke teman-teman DPR. Maka persoalan tembakau akan dibahas resmi tiga gubernur di Senayan,” kata Ganjar.‎

Gebyar Tanam Tembakau disaksikan 5.500 warga dan tamu undangan. Hadir juga Bupati Temanggung Bambang Sukarno, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Parmuji, Ketua APTI Jateng Nurtantyo Wisnu Broto, dan perwakilan APTI dari seluruh Indonesia.

Tanam tembakau yang dikemas dalam Ritual Among Tebal diwarnai berbagai atraksi kesenian. Sebelum penanaman didahului arak-arakan hasil bumi dari desa menuju kebun tembakau. (byo)

You might also like

Comments are closed.