Peternakan Kambing Etawa di Mijen Potensial jadi Destinasi Wisata Edukasi

METROSEMARANG.COM – Peternakan Kambing Etawa dan pengolahan Yoghurt di Kelurahaan Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, potensial dikembangkan menjadi tempat edukasi dan wisata. Pemerintah Kota Semarang berusaha mewujudkan hal itu melalui pendampingan dan pemberian          bantuan.

Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi peternakan Kambing Etawa di Bubakan, Kecamatan Mijen. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, peternakan kambing etawa dari tahun ke tahun terus berkembang. Berkat peran dan pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Peternakan telah mampu menghasilkan susu dan yoghurt dengan rasa berbeda dari yang umum dijual di luar.

‘’Umumnya yoghurt rasanya hanya stroberi, leci dan lainnya. Sedangkan di Peternakan Kambing Etawa ini rasanya ada gula jawa, pandan, vanila, coklat dan original. Juga ada es lilin yoghurt yang menyehatkan,’’ kata Ita sapaan akrab wakil wali kota, Senin (30/10).

Ita mengaku telah mengunjungi langsung peternakan kambing Etawa dan pengolahan Yoghurt di Bubakan, Mijen, pada Minggu (29/10). Karena itu, dia mengharapkan pemerintah kota bisa mengembangkan peternakan tersebut. Diharapkan peternakan itu bisa untuk edukasi khususnya anak-anak.

‘’Ada empang, untuk anak-anak juga bisa tahu cara memerah susu kambing, memberi makan kambing, dan lainnya. Sehingga tempat di Bubaan ini tidak hanya tempat wisata saja tapi edukasi,’’ ujarnya.

Sekarang ini anak-anak lebih candu main game atau main ke mall. Tapi, mereka juga harus diarahkan bagaimana bisa mencintai alam, hewan, dan tanaman. Sehingga diharapkan tumbuh rasa memiliki kotanya, yaitu Kota Semarang.

‘’Karena mungkin tidak semua kota punya seperti yang ada di Semarang. Kota ini metropolitan tapi punya potensi agro yang luar biasa,’’ tegasnya.

Menjadi tempat edukasi, katanya, ini yang akan coba dikembangkan Pemkot Semarang. Pemkot akan bekerjasama dengan pihak yang bisa memberikan CSR (corporate social responcibility) dan pihak lain yang bisa memberikan bantuan. Pihaknya tidak ingin pengembangan membebani para petani.

‘’Sehingga petani-petani yang sudah bagus, jangan sampai terbebani  pinjam uang sendiri hanya untuk mengembangkannya. Pemerintah sudah semestinya mensuport mereka mengembangkan,’’ katanya.

‘’Tanahnya mereka sudah punya, jadi tinggal bagaimana nanti pemerintah bisa memberi pendampingan dan membantu lewat CSR. Sekarang banyak CSR yang bisa disalurkan ke masalah pertanian,’’ imbuhnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.