PHRI Desak Pemkot Hentikan Pembangunan Hotel Berbintang

METROSEMARANG.COM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mendesak Pemkot Semarang untuk melakukan moratorium pembangunan hotel berbintang.

Ilustrasi. Penjagaan di Hotel Gumaya saat disinggahi Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. PHRI mendesak Pemkot agar menghentikan pembangunan hotel berbintang di Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Sebab, menurut Wakil Ketua PHRI Jateng Benk Mintosih, bila moratorium pembangunan hotel tak segera diteken maka diperkirakan banyak hotel-hotel kecil yang gulung tikar lantaran ketatnya persaingan yang ada saat ini.

Tak hanya itu saja, kata Benk, saat ini juga ada beberapa hotel berbintang baru yang siap beroperasi di pusat kota.

“Padahal okupansi hotel di Semarang masih rendah, yakni sekitar 50 persen. Nah kalau okupansinya sudah berada di atas 75 persen, bolehlah pembangunan hotel kembali digalakan. Kalau sekarang sebaiknya disetop dulu,” tuturnya, Senin (17/7).

Ia menambahkan sudah ada 58 hotel berbintang dan 60 hotel kelas biasa yang beredar di seluruh Semarang. Jumlahnya selalu meningkat karena rata-rata okupansi hotelnya berkisar di angka 50 persen.

Bahkan, saat libur panjang Lebaran melonjak sampai 95 persen-100 persen. Tetapi tidak diimbangi dengan masa tinggal pengunjung hotel yang panjang. “Masa tinggal tamu hotel hanya 1,2-1,7 hari,” kata Benk.

Ketua DPD International Hotel General Manager (IHGM) Jateng, Bambang Pramusito juga setuju jika dilakukan moratorium hotel.

“Seharusnya moratorium pembangunan hotel itu sudah diterapkan sejak dua tahun lalu. Jadi kalau sekarang diterapkan memang sudah wajib,” terangnya.

Pihaknya juga sempat meminta kepada Disbudpar untuk mengeluarkan moratorium hotel. Namun tak kunjung terealisasi lantaran belum menerima permohonan resmi dari PHRI. (far)

You might also like

Comments are closed.