Pilkada Serentak 2017, Ratusan Brimob Jateng Disebar di TPS Rawan Konflik

METROSEMARANG.COM – Enam hari menjelang proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Februari 2017, ratusan bahkan ribuan personel Brimob Polda Jateng akan mempertebal pengamanan di tiap tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan konflik. Personel Brimob nantinya akan dibantu oleh petugas Linmas dan TNI di tiap kecamatan untuk mendeteksi area rawan konflik.

Personel Brimob Polda Jateng disiagakan di TPS-TPS rawan konflik pada Pilkada Serentak, 15 Februari 2017. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Ada banyak sekali TPS yang kami anggap rentan terjadinya konflik antar massa pendukung pasangan calon yang maju di Pilkada serentak 15 Februari nanti. Untuk pola pengamanannya, bisa dua Polri bersama satu Linmas menjaga tiap TPS, tapi ada pula dua polisi bertugas di 10 TPS sekaligus, tergantung situasi yang berkembang di tengah masyarakat,” ungkap Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Kamis (9/2).

Diluar itu, masih ada anggota kepolisian yang berpatroli secara mobile di tiap wilayah. Pada 15 Februari besok, ada tujuh daerah wilayah Jateng yang menggelar Pilkada serentak yaitu, Salatiga, Brebes, Pati, Cilacap, Banjarnegara, Batang dan Jepara. “Semua personel disiagakan di sana termasuk melibatkan TNI di polsek-polsek,” terangnya.

Untuk saat ini, ia mengendus Pilkada Pati dan Brebes punya tingkat kerawanan tertinggi bila dibanding daerah lainnya. Di dua wilayah itu, pihaknya secara khusus mengirim beberapa Brimob Polda Jateng untuk meningkatkan pengamanan hingga hari H coblosan.

Personel Brimob juga diminta memperketat pengawasan saat coblosan hingga proses pemungutan suara. “Apalagi kampanye di Pati saya lihat potensi bentrokannya sangat tinggi. Makanya, kita berharap semoga pelaksanaannya nanti tetap berjalan lancar dan tertib mengingat Pilkada serentak sudah digelar dua kali, tahun kemarin, Februari nanti dan 2018 mendatang,” jelasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.