Pilwakot Semarang Bisa Diundur sampai 2017

Dua maskot Pilwakot Semarang yang di-launching di Balai Kota, beberapa waktu lalu. Pelaksanaan Pilwakot Semarang bisa saja diundur jika persyaratan yang ditetapkan KPU tidak bisa terpenuhi. Foto: metrosemarang.com/dok
Dua maskot Pilwakot Semarang yang di-launching di Balai Kota, beberapa waktu lalu. Pelaksanaan Pilwakot Semarang bisa saja diundur jika persyaratan yang ditetapkan KPU tidak bisa terpenuhi. Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Pada 26 sampai 29 Juli 2015 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang sudah membuka pendaftaran untuk kandidat Pilwakot Semarang yang rencananya akan digelar serentak 9 Desember 2015. Penyelenggaraan bisa berjalan lancar jika partai politik (Parpol) melakukan prosedur yang benar dalam mendaftarkan calon yang diusungnya.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono mengatakan, Pilwakot bisa saja diundur jika jumlah peserta kurang dari dua pasangan. Pengunduran tersebut ada dua tahap, yakni diundur tiga hari setelah batas akhir pendaftaran dan hingga 2017 mendatang.

“Menurut PKPU 12 tahun 2015 Pasal 89 ayat 1 dijelaskan, jika pendaftar kurang dari dua pasangan maka akan diperpanjang tiga hari, yakni sampai 31 Juli 2015. Tapi jika sampai masa perpanjangan tersebut masih tidak ada yang mendaftar, maka akan diperpanjang sampai pelaksanaan Pilkada serentak mendatang, yakni 2017 mendatang,” papar Henry, Jumat (24/7).

Oleh karena itu, Henry meminta ketua Parpol untuk segera mendaftarkan calon yang ingin diusung pada waktu yang semestinya agar tahapan Pilwakot bisa berjalan sesuai rencana. Menurutnya, tahapan yang berjalan secara baik juga akan berimbas pada kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan politik selanjutnya.

“Jadikan momen Pilkada sebagai momen Parpol untuk rekrutmen politik dan pendidikan politik untuk masyarakat. Parpol harus mengambil sikap, fungsi dan perannya secara ideal,” harap Henry.

Sejauh ini baru PDI Perjuangan yang sudah memerkenalkan Hendi-Ita sebagai pasangan yang akan diusung dalam Pilwakot mendatang. Sedangkan, Koalisi Tugu Muda dan Garuda Matahari masih menunggu rekomendasi dari pusat. (ade)

You might also like

Comments are closed.