PKB: HTI Jadi Ancaman Nyata karena Jual Mimpi Negara Khilafah

METROSEMARANG.COM – Pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Menkopolhukam Jenderal (purn) Wiranto dianggap sebagai langkah tepat untuk memberangus kelompok radikal yang mengancam keutuhan negara Indonesia.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar menyebutkan gerakan radikal yang mengusung konsep negara khilafah dapat berpotensi melunturkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia sekaligus mengancam nilai-nilai Keindonesiaan.

“Khilafah ini bisa menjadi melunturkan nasionalisme dan keindonesiaan yang berkembang dengan baik saat ini. Mereka juga sudah mngganggu integrasi bangsa. Maka, bagi saya ini langkah yang tepat dari pemerintah yang membubarkan HTI,” ungkap Cak Imin, Kamis (11/5).

Ia menyampaikan apa yang dilakukan HTI selama ini merupakan ancaman nyata bagi keutuhan Indonesia. Apalagi, mereka terus-menerus menghasut masyarakat dengan menjual mimpi dengan membentuk negara khilafah.

HTI, lanjut Cak Imin, juga tidak percaya dengan nasionalisme dan tidak percaya dengan bendera Merah-Putih. Sehingga ia menganggap gerakan tersebut suatu hari bisa mengancam Indonesia.

“Dengan menjual mimpi khilafah dan akan menempatkan Indonesia jadi salah satu provinsinya di seluruh dunia, itu sama sekali tidak realistis,” cetusnya.

Daripada berpikiran seperti itu, ia menyarankan kepada orang-orang yang masih percaya dengan khilafah, sebaiknya agar lebih banyak memperdalam agama Islam lagi.

Lebih jauh lagi, ia juga mengimbau kepada anak muda supaya memperdalam kembali ilmu-ilmu keagamaan ketimbang mengagung-agungkan konsep khilafah. “Selama Bulan Ramadan pendalaman ilmu agamanya harus ditingkatkan,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.