PKS Dorong Peningkatan Anggaran Perlindungan Perempuan dan Anak

METROSEMARANG.COM – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Semarang ingin mendorong adanya keberpihakan anggaran untuk perlindungan perempuan dan anak mengingat di tahun-tahun sebelumnya anggaran masih sangat minim. Hal ini disampaikan oleh Ketua BPKK PKS Semarang Rita Rhoy Kana dalam acara workshop pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak bersama elemen dan organisasi perempuan di Hotel Citra Dream Semarang, Jumat 4 Maret 2016.

Rita menyampaikan, anggaran pemerintah saat ini belum mencerminkan keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan kekerasan kepada perempuan dan anak. Ini bisa dilihat dari hasil penelitan Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Semarang masih sangat tinggi.

Workshop pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak yang dilaksanakan BPKK DPD PKS Kota Semarang bersama elemen dan organisasi perempuan di Hotel Citra Dream Semarang, Jumat (4/3). Foto: humas PKS
Workshop pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak yang dilaksanakan BPKK DPD PKS Kota Semarang bersama elemen dan organisasi perempuan di Hotel Citra Dream Semarang, Jumat (4/3). Foto: humas PKS

“Saat ini anggaran hanya 0,025%, jadi sangat kecil padahal persoalan cukup kompleks, sehingga kami mendorong agar anggaran bisa mencapai 2% sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam hal perlindungan ibu dan anak,” ungkap Rita.

Ia menambahkan, adanya porsi anggaran ini, akan sangat baik jika dimasukkan dalam pasal-pasal perda perlindungan perempuan dan anak, sehingga ada regulasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami dorong agar soal anggaran ini masuk dalam pasal, sehingga pada saat penganggaran tidak ada tawar-menawar lagi, bahwa perlindungan perempuan dan anak menjadi prioritas,” imbuhnya.

Rita juga meminta semua elemen masyarakat terlibat aktif dalam penyusunan perda ini, agar perda yang dihasilkan benar-benar menjadi solusi atas persoalan di lapangan. “Workshop ini diadakan memang ditujukan dalam rangka memberikan dukungan kepada DPRD Kota Semarang atas pembahasan Raperda ini. Karena masalah ini cukup kompleks dari acara ini semoga bisa memberikan masukan kepada Dewan,” ujarnya.

Acara workshop tersebut mengundang sebagai pembicara Ketua Pansus DPRD Kota Semarang, Suciati, S.KM, SERUNI Kota Semarang, LRC-KJHAM. Dan sebagai peserta dialog, PKS mengundang elemen-elemen perempuan di Kota Semarang seperti Aisyiah, Muslimat, Salimah, perwakilan perempuan dari partai politik dan kader-kader perempuan PKS.

PKS mengajak dan mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga dan mengawasi pelaksanaan perda yang akan disahkan nanti, serta terlibat aktif sebagai bagian dari pelaksana perda tersebut. (*)

You might also like

Comments are closed.