PNS Cantik di Semarang Ikut Gafatar, Ini Kata Orangtuanya

Rumah Faradina Ilma, si PNS cantik di Semarang yang hilang karena ikut Gafatar. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Rumah Faradina Ilma, si PNS cantik di Semarang yang hilang karena ikut Gafatar. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Satu persatu korban aliran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bermunculan di Semarang. Faradina Ilma, seorang pegawai negeri sipil (PNS) asal Kampung Tugurejo Semarang diketahui menghilang karena ikut ormas tersebut sejak 1,5 bulan terakhir.

Fara, sapaan intimnya merupakan PNS di KemenPU yang bertugas di Surabaya Jatim. Di kalangan rekan-rekannya, Fara dikenal berparas cantik dan cerdas. Hal itu juga diperkuat oleh pengakuan Nurul, orangtua Fara saat ditemui di rumahnya, Jalan Tugurejo A12 Ngaliyan, Kamis (14/1).

“Anak saya memang dikenal dengan baik oleh teman-teman kantornya,” ujar Nurul.

Kendati demikian, Nurul mengaku kebingungan sejak kehilangan jejak Fara yang ikut ajaran sesat tersebut. “Saya sudah cari ke sana kemari tapi nihil,” kata Nurul.

Ia mengungkapkan, terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya pada 21 November 2015 kemarin. Saat itu, Fara masih sempat berkirim pesan singkat untuk menanyakan kabarnya. “Tapi setelah itu tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang,” akunya.

Berdasarkan hasil penelusurannya ke beberapa tempat, ia terakhir kali mengetahui Fara berada di Surabaya. Fara, kata dia, diketahui pergi dengan Eko Siswandoyo pria Jember berusia 31 tahun.

“Eko ini Ketua Gafatar di Jatim yang merekrut Fara. Mereka sudah berhubungan dekat sejak Juli 2015 atau tepat saat puasa. Itu yang diceritakan oleh teman kosnya Fara,” bebernya.

Saat merekrut Fara, Eko diketahui sudah dua bulan resign sebagai pelayan restoran Noodle Wok Surabaya. Karena itulah, ia mendesak Polda Jawa Tengah untuk ikut turun tangan mencari keberadaan anaknya yang direkrut Gafatar.

“Saya minta polisi segera mencari Fara dan Gafatar sebaiknya ditindak tegas  karena itu aliran sesat. Saya rasa sistem perekrutannya sangat berbahaya karena mirip NII. Ada penarikan iuran juga sampai anggotanya dicuci otak,” tukasnya. (far)

 

You might also like

Comments are closed.