Polda Jateng Bongkar Mafia Gula di Kaliwungu Kendal

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 39 ton timbunan gula kristal putih berhasil diamankan oleh Satgas Mafia Pangan Polda Jawa Tengah. Puluhan ton gula tersebut merupakan hasil penggerebekan yang dilakukan oleh Satgas Mafia Pangan di gudang kayu lapis milik PT. Kayu Manis Perkasa (KMP) di Kecamatan Kaliwungu, Kendal.

Polda Jateng menyita 39 Ton gula kristal yang ditimbun di Kaliwungu Kendal. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Diduga barang tersebut sengaja ditimbun oleh sang pemilik guna mendapatkan untung lebih saat dijual pada waktu harga melonjak di bulan Ramadan nanti.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, penggrebekan tersebut dilaksanakan pada (10/5) lalu, di mana sehari sebelumnya pihak kepolisian mendapat laporan bahwa ada penimbunan gula di gudang kayu tersebut. Setelah dilakukan pengecekan memang benar didapat sebanyak 39 ton gula kristal putih bermerk Gendhis yang terbagi dalam 722 karung.

“Dan hasil interogasi dari beberapa karyawan di gudang tersebut, disampaikan bahwa Gula tersebut dimiliki oleh seseorang yang bernama LK, dan tentunya yang berkaitan dengan keberadaan gula tersebut penyidik akan memanggil saksi saksi,” ujar Djarod di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Selasa (23/5).

Lie Kamadjaja (LK) merupakan pemilik gula tersebut yang juga merupakan Direktur PT. KMP. Ia juga merupakan mantan Direktur Utama PT. GMM Blora yang merupakan produsen dari gula bermerk Gendhis.

PT. KMP juga tidak berkaitan dengan hasil temuan gula kristal itu, pasalnya PT tersebut hanya memiliki izin untuk usaha perdagangan kayu lapis. “Sedangkan kalau usaha gula seharusnya izinnya adalah perindustrian,” beber Djarod.

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah melayangkan surat perintah penyidikan nomor 369 untuk mengungkap temuan tersebut. “Kita telah melakukan penyitaan sekitar 39 ton gula dengan merk G, yang mana dalam karung tersebut tidak bersertifikasi SNI, oleh karena itu penyidik tim satgas mafia polda jateng telah melakukan penyitaan dan mulai melakukan penyidikan,” tambah Djarod.

Djarod juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Balai Besar Industri di Bogor untuk mengecek daftar SNI dari gula bermerk Gendhis. “Izinnya sudah tidak ada, sudah dicabut, jadi ini tidak bersertifikasi, jika nantinya ditemukan pelanggaran pidana, pelaku bisa dikenakan dengan Undang-undang Pangan, Undang-Undang Perindustrian, Undang Undang Perdagangan, maupun Undang Undang Perlindungan Konsumen,” pungkas Djarod. (fen)

You might also like

Comments are closed.