Polda Jateng Bongkar Pengoplos Elpiji Bersubsidi di Jepara

METROSEMARANG.COM – Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah mengamankan seorang pria asal Jepara yang disinyalir menjual gas elpiji oplosan. Tersangka berinisial E tersebut memindahkan isi gas elpiji bersubsidi 3 kilogram ke dalam tabung berkapasitas 12 kilogram.

Tersangka penjual gas oplosan meraup untung Rp 15 juta per bulan. Foto: metrosemarang.com/efendi

Wakil Direktur Diterskrimsus Polda Jateng, AKBP Haryo Sugihhartono mengatakan, EE memindahka isi dari empat tabung gas elpiji kapasitas 3 kilogram ke dalam tabung berkapasitas 12 kilogram. Kemudian tersangka menjualnya sesuai dengan harga gas 12 kilogram.

“Jadi E ini memindahkan isi gas bersubsidi ke dalam tabung non subsidi dan menjualnya dengan harga non subsidi,” ujar Haryo, Senin (19/2)

Haryo juga mengatakan, E membeli gas 3 kilogram tersebut dari seorang pengepul di wilayah hukum Polda Jawa Timur tepatnya di daerah Lamongan. Ia bahkan membeli gas tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 18.500.

“HET gas saat ini kan Rp 16.500, nah tersangka ini berani membeli dengan harga lebih mahal karena isi dari gas tersebut nantinya akan dipindahkan ke dalam tabung non subsidi yang 12 kilogram, lalu dijual dengan harga Rp 135 ribu,” imbuh Haryo.

Selain itu, dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa tersangka sudah melakukan tindak penyelewengan tersebut sejak empat bulan lalu. Dibantu empat orang karyawannya, dalam sehari ia mampu menghasilkan sekitar 35 tabung 12 kilogram. Sedangkan dalam sebulan, ia diperkirakan mampu mendapatkan keuntungan sekitar Rp 15 juta.

Gas oplosan tersebut dijual ke pengecer-pengecer di daerah Jepara. Atas perbuatannya, E dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda sebesar Rp 2 miliar. (fen)

You might also like

Comments are closed.