Polda Jateng Bongkar Praktik Jual Beli Online Senpi Ilegal

METROSEMARANG.COM – Puluhan senjata api ilegal berbagai jenis yang diedarkan melalui media sosial diamankan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Senjata tersebut diamankan dari tiga orang tersangka yakni ES, RH, dan P.

Puluhan senpi Ilegal berhasil disita Polda Jawa Tengah. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, penangkapan ketiga orang tersangka berinisial ES, RH, dan P tersebut berawal dari laporan warga. Penangkapan pertama dilakukan di Solo dengan tersangka ES, dari penangkapan tersebut polisi mengamankan satu buah senjata api laras pendek dan juga pen gun serta kaliber 22.

“Setelah kita kembangkan barang itu dari mana, laku kita tangkap lagi tersangka RH di Cirebon dengan 5 senjata api kaliber 22 berbagai jenis sudah dimodifikasi dengan peredam,” kata Condro saat gelar perkara usai Upacara Peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Lapangan Bhayangkara Kompleks Akademi Kepolisian, Senin (10/7).

Setelah penangkapan tersebut, lalu polisi mengembangkan lagi dan didapati pemasok asal Jakarta. Di Jakarta polisi menangkap tersangka P. Dari penangkapan tersebut diamankan sejumlah senjata dan peluru.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Hery Santoso mengatakan ketiga tersangka merupakan anggota jaringan yang sama.

“Kalau yang tiga ini bisa saya sebut jaringan yang sama karena kan si ES tadi beli dari RH, RH beli dari P, nah P ini kan beli dari I. Nah I ini yang masih DPO karena dia yang mendatangkan senjata.” kata Hery.

Berdasarkan penyelidikan sementara, tersangka berinisial ES tersebut telah menjual 50 pucuk senjata api secara online. Namun ketiga tersangka mengaku tidak pernah bertatap muka dengan para pembeli, dan saat dilakukan penyelidikan, akun para pembeli tersebut telah ditutup.

“Ini yang pen gun dijual Rp 1,5 juta, kalau yang glock ini sekitar Rp 70 juta, makarov Rp 120 juta karena ini asli, kalau yang rakitan yang glock bisa sampai Rp 20 juta,” imbuhnya.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 18 senjata api laras pendek berbagai jenis termasuk dua buah pen gun, 5 airsoft gun laras panjang berbagai jenis, 23 airsoft laras pendek berbagai jenis, 984 butir peluru berbagai ukuran, serta buku tabungan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 1 Ayat (1) Undang – Undang Darurat RI nomor 12 / Drt / 1951 tentang penguasaan senjata api. Selain itu, berkas perkara dari ketiga tersangka telah P21 (Hasil penyidikan sudah lengkap) dan pekan ini akan dilimpahkan ke kejaksaan. (fen)

You might also like

Comments are closed.