Polda Jateng Kerahkan 2.200 Personel Amankan Aksi Damai di Borobudur

METROSEMARANG.COM – Meski belum menerima surat resmi adanya aksi solidaritas terhadap kaum muslim Rohingya di Obyek Wisata Candi Borobudur Jumat (8/9) mendatang, Polda Jateng tetap lakukan persiapan pengamanan. Sebanyak 22 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 2.200 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Ilustrasi. Polda Jateng mengerahkan 2.200 personel untuk pengamanan aksi solidaritas Rohingya di Borobudur. Foto: metrosemarang.com/dok

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, personel sebanyak itu belum termasuk bantuan dari TNI. “Nanti juga ada tambahan dari teman-teman TNI sebanyak 3 SSK, jadi total ada 25 SSK,” ujarnya, Selasa (5/9).

Selain itu, dalam pengamanan tersebut juga akan mendapat backup personel dari Polri. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Operasional (Asops) Polri, Irjen Pol M Iriawan saat menghadiri rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung Ditlantas Polda Jateng itu.

“Kita pun mempersiapkan pasukan cadangan apabila dimungkinkan diminta oleh Polda Jateng, ada 5 SSK dan sebelumnya kita juga sudah siap 3 SSK. Mudah-mudahan tidak ada perubahan, dan mudah-mudahan aman,” ujar Iriawan.

Selain itu, pengamanan itu merupakan upaya menjaga aset salah satu keajaiban dunia tersebut. “Candi borobudur itu merupakan situs dunia, salah satu keajaiban dunia, candi yang terbesar di dunia, dan sehingga ditetapkan sebagai objek vital nasional. Ini yang harus kita jaga,” imbuh Condro.

Condro juga mengatakan, di wilayah Obyek Wisata Candi Borobudur tersebut juga menghidupi banyak masyarakat. Menurutnya banyak warga yang terbantu dengan adanya Candi Borobudur ini dalam segi ekonomi. Sehingga Condro tidak menyetujui jika aksi itu tetap diselenggarakan di Candi Borobudur.

“Oleh karenanya sangat kontra produktif kalau empati kita untuk saudara kita muslim Rohingya dilaksanakan di situ. Kita sudah minta kepada seluruh kapolres bersama bupati dan wali kota di 35 Kabupaten/Kota pada Jumat nanti untuk melaksanakan kegiatan di Masjid Agung tiap Kabupaten/Kota,” beber Condro.

Hal tersebut dilakukan guna mengakomodir masyarakat yang hendak menyalurkan rasa empatinya terhadap kaum muslim Rohingya. Sehingga mereka tak perlu datang jauh-jauh ke Candi Borobudur untuk melakukan aksi. Nantinya, mereka akan difasilitasi oleh pengelola masjid setempat untuk melakukan doa bersama maupun penggalangan dana. (fen)

You might also like

Comments are closed.