Polda Jateng Ringkus Tiga Pelaku Perdagangan Manusia asal NTT

Calon TKI asal Kupang saat dievakuasi dari tempat penampungan, akhir September 2014. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Calon TKI asal Kupang saat dievakuasi dari tempat penampungan, akhir September 2014. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Tiga tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ditangkap petugas Sub Direktorat Remaja Anak dan Wanita (Renata) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah.

Ketiganya yakni, Adriana Herlina Mawo Yuliana Jati serta Pelipus B Damma Ngaku merupakan pelaku perdagangan manusia jaringan Nusa Tenggara Timur (NTT) – Semarang. Mereka dibawa dengan dijemput paksa petugas dari Sumba Barat, NTT, Jumat (22/5) malam.

“Dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka sponsor dan perekrut,” kata Kepala Sub Direktorat IV Renata Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah, AKBP Susilowati di Mapolda Jateng, Sabtu (23/5).

Ketiganya termasuk dalang di balik telantarnya, puluhan calon  TKI asal Sumba dan mencoba kabur dari Balai Latihan Kerja PT Graha Indra Wahana (PT GIP) di Jalan Sri Rejeki nomor 30 Semarang, akhir September 2014 lalu.

Setelah dilakukan pengembangan diketahui data-data calon TKI tersebut telah dimanipulasi. Rata-rata yang berusia belasan tahun usianya di naikkan menjadi 21 tahun dalam dokumen  agar memenuhi syarat menjadi TKI di luar negeri.

Sebelumnya, dua tersangka yang sudah dibekuk sebelumnya. Mereka adalah Sutadie Lie (58) selaku Direktur PT GIP Semarang. Tersangka kedua adalah Budianto (47) selaku Kepala Cabang PT GIP Kupang. Keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jateng dan sekarang mendekam di Lapas Kedungpane Semarang.

Para tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 4, Pasal 6, Pasal 11 UU nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 600 juta. Selain itu mereka dijerat pasal 88 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan atau denda maksimal 200 juta.

Pasal lainnya yang dijeratkan adalah pasal 103 huruf c UU nomor 39 tahun 2009 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjada dan atau denda maksimal Rp 5 miliar.

Rencananya tiga tersangka tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah hari Senin (25/5) mendatang untuk proses hukum selanjutnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.