Polimarin Realisasikan Program Penguatan Humas Kemitraan PTV dan IDUKA

Polimarin Realisasikan Program Penguatan Humas Kemitraan PTV dan IDUKA.(Metrosemarang/dok.polimarin)

SEMARANG – Politeknik Maritim Negeri (Polimarin) melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan pelayaran dan kepelabuhan.

Kerjasama itu untuk upaya meningkatkan standart kompetensi lulusan PTV, Polimarin dengan melibatkan industri sehingga diharapkan kompetensi lulusan memenuhi kriteria kebutuhan industri.

Kaprodi D3 Nautika, Widar Bayu mengatakan, Polimarin Semarang merealisasikan match and link antara dunia pendidikan dan dunia industri, dengan merangkul beberapa perusahaan pelayaran yang ada di Jawa Timur.

“Perusahaan yang digandeng adalah Pelindo III, PT. Meratus Line area Jawa Timur, PT. SPILL (Salam Pacific Indonesia Lines) serta PT. Tanto Line Surabaya,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Metrosemarang.com, Kamis (12/11).

Dia mengatakan, untuk merealisasikan program penguatan humas kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Industri Dunia Usaha dan Kerja (IDUKA) yang diluncurkan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (MITRASDUDI) dengan melakukan kerjasama di beberapa perusahaan pelayaran dan kepelabuhanan.

“Polimarin melakukan diskusi dan sharing best practice dengan beberapa industri kemaritiman yang bergerak pada bisnis pelayaran dan kepelabuhanan,” jelasnya.

Capt. Nur Basuki Manager Operasional PT SPIL (Salam Pacific Indonesia Lines), mengaku, perlu peningkatan kemampuan bahasa asing bagi para taruna. Bahkan jika perlu taruna yang akan lulus diwajibkan untuk memiliki skor TOEFL yang bagus agar mudah terserap di dunia kerja.

“Saat ini banyak pelaut Indonesia yang kurang menguasai bahasa Inggris, terbukti bahwa keterserapan di dunia industri kalah dengan Philipina dan Vietnam,” katanya.

Senior Manager Pelayanan Kapal Pelindo III, Johanes Wahyu menyatakan, yang menjadi sorotan selain hard skill adalah soft skill.

Soft skill yang harus dimiliki oleh para kadet adalah attitude atau akhlak, team work dan integritas memang menjadi nomor satu. Karena ada beberapa kadet yang melakukan praktek kerja belum matang untuk terjun di dunia kerja.

“Sekolah pelayaran memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan dan juga mengelola perusahaan pelayaran karena sudah tertuang dalam undang-undang dengan adanya ijazah yang liniear dan juga memiliki sertifikat kompetensi baik pelaut maupun tatalaksana pelayaran,” tandasnya.

You might also like

Comments are closed.