Polines Tambah Doktor Bidang Ekonomi

METROSEMARANG.COM – Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang (Polines) Dody Setyadi, SE, MSi berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi di Universitas Diponegoro (Undip).

Foto: istimewa

Dody berhasil meraih gelar Doktornya dengan disertasi berjudul Model Perilaku Pencari Kerja Angkatan Kerja Terdidik pada Pasar Kerja di Provinsi Jawa Tengah (Data Sakernas). Hal tersebut disampaikannya dalam ujian terbuka (promosi) doktor ilmu ekonomi, Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip, di kampus Pascasarjana Undip, Selasa (25/4).

Dody mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Jawa Tengah, tidak mengakibatkan terjadinya penurunan persentase pencari kerja yang lebih cepat.

“Bahkan persentase pencari kerja terdidik pada periode yang sama mengalami ke naikan, jelasnya. Adapun periode yang diteliti adalah tahun 2010 hingga 2011 yang mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03 persen. Di sisi lain pada periode yang sama provinsi tersebut mengalami penurunan angka pengangguran hanya sebesar 0,19 persen,” paparnya.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tidak selalu diikuti oleh penurunan tingkat pengangguran yang lebih cepat, bahwa pengangguran terdidik mengalami peningkatan sebesar 0,27 persen.

Hasil penelitiannya menunjukkan semakin tinggi usia, pendapatan pencari kerja selama mencari kerja dan tingkat pendidikan serta upah pasar akan lebih lama pencari kerja dalam mencari kerja. Pencari kerja kerja laki-laki lebih lama mencari kerja dan yang berstatus sebagai kepala rumah tangga lebih singkat mencari kerja.

Lebih jauh menurutnya implikasi kebijakan penelitian ini adalah mengarahkan pendidikan dan pelatihan profesi, sertifikasi kompetensi serta pemberian upah sesuai dengan level kompetensi dan beban kerja maupun resiko pekerjaan, menyediakan informasi yang cukup tentang bidang pekerjaan.

“Selain itu persyaratan keahlian dan penghasilan yang ditawarkan, lebih diutamakan bagi pencari kerja di wilayah dengan upah pasar yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Hal ini agar pencari kerja lebih siap dalam bersaing, mengupayakan pembebasan biaya pengurusan surat-surat persyaratan kerja dan rekrutmen tenaga kerja serta perluasan akses permodalan dan pendampingan bagi pencari kerja yang berstatus sebagai kepala rumah tangga, berusia lebih tua maupun yang sejak awal berminat menjadi wirausaha. (vit)

You might also like

Comments are closed.