Polisi akan Sweeping Suporter Jepara

Loyalitas Panser Biru bakal diuji saat PSIS menjamu Persijap, Minggu (31/5) besok. Foto: metrosemarang.com/dok
Loyalitas Panser Biru bakal diuji saat PSIS menjamu Persijap, Minggu (31/5) besok. Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Duel panas yang melibatkan PSIS Semarang dan Persijap Jepara, Minggu (31/5) besok, membuat polisi ekstrawaspada. Pengamanan berlapis bakal dilakukan, termasuk sweeping di pintu masuk Stadion Jatidiri.

Matchday 2 turnamen Polda Jateng Cup di Grup A akan menyajikan duel klasik, Mahesa Jenar kontra Laskar Kalinyamat. Rivalitas kedua kubu tak hanya di area lapangan hijau, tapi juga melibatkan suporter fanatik di luar stadion.

Pertemuan kedua tim, nyaris selalu berakhir dengan bentrokan. Pada 16 Juli 2005, keributan terjadi di Semarang. Saat itu, PSIS takluk 2-3 di ajang Coppa Djie Sam Soe. Selanjutnya, pada 12 Maret 2006, kerusuhan terjadi di Stadion Kamal Djunaidi Jepara. Keributan menjalar hingga di luar stadion yang mengakibatkan sejumlah suporter Semarang terluka.

Empat tahun berselang, tepatnya 29 Januari 2010, bus rombongan suporter Persijap yang akan menuju Jakarta, diadang sekelompok orang di Krapyak Semarang. Insiden ini juga mengakibatkan sejumlah suporter Jepara terluka dan 21 pelaku penyerangan diajukan ke meja hijau.

Musim ini, PSIS dan Persijap ditakdirkan  kembali bertemu di level Divisi Utama, setelah tim Kota Ukir terdegradasi dari ISL. Keduanya juga berada di grup yang sama. Namun, duel tersebut tertunda lantaran kompetisi dihentikan, hingga akhirnya digulirkan turnamen Polda Jateng Cup.

Polisi pun sudah menyiapkan antisipasi dengan penjagaan berlapis. Sebanyak 200 personel keamanan bakal disiagakan untuk mengawal pertandingan. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap suporter yang akan masuk ke stadion.

Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Wawan K mengatakan, ratusan personel tersebut terbagi dari Satuan Lalulintas, Sabhara, Reskrim, Intel dan Polsek Gajahmungkur. Terkait sweeping terhadap suporter Jepara yang datang di Semarang, Wawan memastikan hal itu akan dilakukan.

Namun, sweeping tersebut hanya dilakukan di area stadion. Perlakuan serupa juga akan dilakukan terhadap suporter dari Semarang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Panpel. Ada 200 personel kita terjunkan. Kita tidak understimate, tapi sweeping tetap dilakukan di pintu masuk,” kata dia, saat dihubungi metrosemarang.com, Sabtu (30/5).

Ketua Panpel PSIS, Pujianto, sebelumnya sudah mengeluarkan imbauan agar para suporter Jepara tidak datang ke Semarang, dengan alasan keamanan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gesekan, mengingat rivalitas di antara kelompok suporter di kedua kubu.

”Saya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, hasilnya mengimbau agar suporter Persijap tidak datang. Menengok ke belakang, suporter Semarang dan Jepara memiliki hubungan yang kurang baik,” ujar Ketua Panpel PSIS Pujianto, seperti dilansir dari situs resmi PSIS.

Sementara, Ketua Panser Biru, Kepareng menegaskan, pihaknya membuka diri terhadap suporter Persijap yang ingin menyaksikan langsung tim kesayangannya berlaga di Semarang. “Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik. Silakan datang ke Semarang,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.