Polisi Belum Simpulkan Dugaan Beras Plastik di Manyaran

Beras yang diduga sintetis milik warga Manyaran akan diuji di laboratorium. Foto metrosemarang.com/ilyas aditya
Beras yang diduga sintetis milik warga Manyaran akan diuji di laboratorium. Foto metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Setelah menerima laporan temuan adanya dugaan beras plastik di Jalan Gedongsongo Barat, Manyaran, Minggu (31/5), polisi langsung melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Petugas Unit Tipiter Polrestabes Semarang yang datang ke lokasi langsung melakukan pembuktian terhadap temuan tersebut di rumah Ngatemi.

Polisi meminta Ngatemi, pemberi laporan, untuk membeli kembali beras yang diduga sintetis tersebut, yakni di toko kelontong Martha. Pasalnya, beras yang diduga beras plastik miliknya sudah habis dimasak.

“Dalam pengujian sederhana, beras tersebut tenggelam ketika dimasukan ke dalam air,” kata Kanit Tipiter Polrestabes Semarang, AKP Agus.

Selanjutnya, petugas mendatangi kios milik Martha. Di situ, Martha juga menunjukan dua karung beras yang dibeli Ngatemi. “Saya menyetok dari Toko Makmur, Pasar Karangayu,” kata Martha.

Meski demikian, kepolisian belum berani mengambil kesimpulan terhadap temuan beras tersebut. Namun, sampel beras dan beras yang sudah dimasak itu dibawa oleh pihak Polrestabes Semarang untuk dilakukan uji laboratorium.

“Pantauan awal, belum menunjukan tanda-tanda sintetis,  untuk jelasnya kita bawa untuk uji lab,” ujar Agus.

Diberitakan sebelumnya, Ngatemi, warga Gedongsongo Manyaran curiga dengan nasi yang dimasaknya pada Minggu (31/5). Nasi tersebut bertekstur aneh. Dia kemudian memberitahu suaminya dan diteruskan ke polisi. (yas)

You might also like

Comments are closed.