Polisi Buru Pelaku Teror di Gereja Katedral Semarang

Polisi terus memburu pelaku teror di Gereja Katedral menjelang perayaan Natal kemarin. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Polisi terus memburu pelaku teror di Gereja Katedral menjelang perayaan Natal kemarin. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Meski ancaman peledakan bom yang kembali diterima Gereja Katedral Jalan Dr Soetomo Semarang tidak terbukti,  kepolisian terus mendalami dan melacak siapa pengirim surat berisi teror itu. Polisi menilai nama Badri yang digunakan pengirim dalam surat tersebut adalah nama fiktif.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengaku, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan guna mengetahui dalang dibalik surat ancaman ke gereja terbesar di Semarang tersebut. “Itu sudah berulang. Pengirim asli masih didalami,” ucap Djihartono, Jumat (26/12).

Menurutnya surat atas nama Badri tersebut, sudah diterima pihak Gereja Katedral dua kali sejak bulan April lalu. Dari penelusuran petugas Tim Polrestabes Semarang, kepolisian juga sudah menemukan seseorang bernama Badri yang tinggal di Pamularsih.

Namun kuat dugaan, bukan Badri lah pengirim surat sebenarnya. “Ternyata yang memiliki nama itu sudah lanjut usia. Dilihat dari perbandingan isi tulisannya bukan dia pelakunya,” katanya.

Kendati demikian, ia  menegaskan, perayaan Natal 2014 di Semarang kali ini kembali berjalan lancar, tertib dan aman. Pengamanan juga akan tetap disiagakan hingga  awal bulan Januari 2015 mendatang. (yas)

You might also like

Comments are closed.