Polisi Cilik se-Jateng Unjuk Gigi di Semarang

METROSEMARANG.COM – Ratusan polisi cilik (Pocil) beradu kebolehan dalam Grand Final Lomba Polisi Kecil yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah bekerjasama dengan Yamaha DDS 3 Semarang di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Minggu (21/5). Sebanyak 9 polres beradu kekompakan untuk memperebutkan posisi nomor satu.

Lomba Polisi Cilik tingkat Jateng di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu (21/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Gerak-gerik lincah tampak dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah tersebut. Persaingan finalis sangat sengit dan semuanya menampilkan kekompakan yang tinggi. Tak hanya kekompakan dalam baris berbaris, mereka juga menyisipkan unsur budaya dari daerah masing masing sehingga terwujud koreografi nan menarik.

Hal tersebut juga menarik perhatian pengunjung Lapangan Simpang Lima Semarang, yang juga bertepatan dengan Car Free Day (CFD). Tingkah lucu dari peserta yang mayoritas masih duduk di bangku Sekolah Dasar tak jarang mengundang tawa para penonton.

Sorakan ramai pecah saat salah satu kelompok asal Jepara mulai menunjukkan kebolehannya di hadapan para juri. Kelompok Polres Jepara memadukan koreografi baris berbaris dengan tarian-tarian asli daerah mereka.

Salah satu anggota kelompok Polres Jepara, Hana Triwikrana mengaku senang bisa mengikuti perlombaan ini. Meskipun tidak bercita-cita menjadi seorang polisi namun ia tampak luwes baris berbaris mengikuti instruksi sang komandan.

“Saya senang ikut lomba pocil ini, soalnya tadi ada narinya juga, saya suka nari reog,” ujar peserta yang masih duduk di bangku kelas 2 SD tersebut.

Lomba Polisi Cilik tingkat Jateng di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu (21/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Baharuddin Muhammadsyah mengatakan perlombaan ini merupakan sebuah ajang pembentukan sikap kedisiplinan para peserta. “Ini korelasinya pada kehidupan yang lain, dia akan bangun tidur dengan rajin, salat dengan rajin, belajar dengan rajin, dan mengaji dengan rajin,” ujarnya.

“Nanti mereka kita berdayakan dalam setiap kegiatan di Kabupaten maupun Provinsi. Bahkan ini kita akan tampilkan pada tingkat nasional, pada event internal Mabes Polri maupun Nasional di istana. Tentunya akan kita sempurnakan sehingga benar-benar menjadi hebat semuanya,” beber Baharuddin.

Sementara itu, Koordinator Promosi Yamaha DDS Semarang, Zaldiansyah Perdana mengatakan, lomba PKS dan Pocil tingkat Jawa Tengah ini baru pertama dilaksanakan yang melibatkan seluruh satuan lalu lintas di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan komitmen Yamaha yang sejak dulu memang konsen terhadap keselamatan berkendara.

“Karena itu kami senantiasa memperkenalkan Yamaha Ridding Academy Kids kepada anak-anak sekolah mulai dari TK hingga SD. Hal ini sebagai bentuk komitmen Yamaha terhadap keselamatan berkendara sejak dini,” tutup Zaldy. (fen)

You might also like

Comments are closed.