Polisi Curigai Dua Penghuni Kos di Dekat Lokasi Penemuan Janin di Sampangan

METROSEMARANG.COM – Jasad bayi perempuan yang menggemparkan warga Menoreh Utara RT 3 RW 1 Sampangan, Gajahmungkur, Rabu (23/3) siang, diduga milik salah satu penghuni kos yang hanya berjarak sekitar 5 meter dari lokasi penemuan. Polisi menggeledah dua kamar di kos-kosan dua lantai tersebut.

Kali pertama, polisi mendatangi kamar nomor 7 yang dicurigai dihuni oleh ibu si jabang bayi. Namun, kamar tersebut ternyata kosong. Polisi harus membongkar paksa jendela agar bisa masuk ke dalam kamar.

Menurut Mila, pemilik kos, penghuni kamar nomor 7 merupakan mahasiswi universitas swasta di kawasan Sampangan. Di kamar tersebut, saat ini juga sudah terpasang garis polisi. “Pas dibuka paksa ternyata nggak ada orangnya. Setelah dihubungi katanya lagi KKL di Bali. Kami juga sudah konfirmasi sama pihak kampus, katanya Senin baru pulang,” kata dia.

Garis polisi dipasang di salah satu kamar kos yang diduga dihuni ibu bayi yang ditemukan di Sampangan. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Garis polisi dipasang di salah satu kamar kos yang diduga dihuni ibu bayi yang ditemukan di Sampangan. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Mila melanjutkan, dia mendapat laporan dari salah satu anak kosnya bahwa ada bercak darah di kamar mandi depan kamar nomor 7. Penghuni kos kamar nomor 6 tersebut, lanjut Mila, bahkan mengguyur bekas tanah bercampur pasir di kamar mandi tersebut.

Diduga, pemilik bayi sempat membersihkan diri di kamar mandi itu. “Saya sendiri gak lihat bekas darahnya, nggak tegel saya lihatnya,” kata Mila.

Di dekat kamar mandi tersebut, Rum Haryono, salah satu warga juga menemukan sebungkus plastik berisi kaus dalam laki-laki berwarna putih dan celana dalam perempuan. “Ini masih basah, berarti masih baru,” kata Rum,

Selain kamar nomor 7, polisi juga memeriksa kamar lain di kos-kosan mahasiswi tersebut. Menurut pemilik kos, penghuni kamar nomor 1 baru saja pindah. “Yang ini baru, belum ada satu bulan tinggal di sini,” kata Mila.

Diberitakan sebelumnya, janin malang itu awalnya ditemukan oleh Rustamaji usai pulang belanja pukul 05.00 WIB pagi tadi. Rustamaji semula melihat dua sejoli sedang menggali tanah.

Kendati demikian, ia tak tahu dari mana asal kedua sejoli tersebut. Ia juga tidak mengetahui secara jelas ciri-ciri pengubur janin.

“Saya baru diberi tahu Bu Rustamaji pukul 08.30 WIB. Kemudian saya periksa sendiri dan ada bekas galian yang sudah diratakan,” kata Rum Haryono. (din)

You might also like

Comments are closed.