Polisi Kerahkan Anjing Pelacak untuk Sisir Lokasi Pembunuhan Ratnawati

Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti awal untuk mengungkap kasus pembunuhan Ratnawati. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti awal untuk mengungkap kasus pembunuhan Ratnawati. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Tim Reskrim Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Tengah terus mencari petunjuk untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan Ratnawati (86) warga Jalan Kentangan No 76 Semarang Tengah. Dari hasil penyelidikan sementara, disimpulkan bahwa nenek yang tinggal seorang diri itu tewas karena dibunuh.

Petugas Polrestabes Semarang yang ada di lokasi kejadian, langsung melakukan identifikasi dan olah TKP terhadap jenazah korban. “Patut diduga (pembunuhan), ini masih olah TKP,” kata Kapolrestabes Kombes Djihartono yang turun langsung memimpin penyelidikan.

Dalam olah TKP tersebut, anjing pelacak juga ikut dikerahkan guna memperoleh titik terang tentang misteri tewasnya korban Ratnawati. “Anjing ini dikerahkan untuk mencari pelakunya,” tegas Djihartono.

Sampai saat ini warga masih berkumpul di sekitar lokasi dan tim Inafis Polrestabes Semarang juga masih melakukan olah TKP. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi dan tetangga korban agar secepatnya bisa mengungkap kasus pembunuhan sadis ini.

Diberitakan sebelumnya, Ratnawati ditemukan pertama kali oleh kerabat yang juga tetangganya, Agus Harianto (65), Sabtu (27/12) pagi. Awalnya ia bermaksud untuk menjenguk korban di rumahnya. Namun sesampainya di lokasi, Agus mendapati pintu dan jendela rumah terkunci.

“Biasanya jam 06.00 pagi dia (korban) sudah bangun, ini kok belum makanya saya curiga, ” tuturnya di lokasi kejadian.

Karena penasaran, Agus pun meminta bantuan keamanan untuk membantu membuka pintu. Setelah pintu terbuka, ia dikagetkan melihat korban tewas telentang di bawah meja makan. “Keadaannya telentang di lantai, wajahnya terlihat sedikit bengkak,” imbuhnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.