Awas, Elpiji Oplosan Beredar di Semarang, Ini Pelakunya!

Kombes Polisi A Liliek Darmanto saat menunjukan barang bukti (foto: yas/Metro)
Kombes Polisi A Liliek Darmanto saat menunjukan barang bukti (foto: yas/Metro)

SEMARANG – Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, menangkap seorang pria berinisial RH (41), warga Jalan MT. Haryono 748A Semarang. Ia terpaksa digelandang petugas, Selasa (16/9) lalu,  karena nekat menimbun dan mengalihkan isi tabung gas  LPG bersubsidi ke dalam tabung gas LPG non bersubsidi.

Tidak hanya itu, berkat aksi nekad yang dilakukan RH di rumahnya tersebut, ia berhasil meraup untung hingga puluhan juta rupiah. “Pelaku sudah beraksi selama enam bulan lebih,” tutur Kombes Polisi A Liliek Darmanto, saat gelar perkara di Ditreskrimsus Polda Jateng, Jumat (10/9) siang.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengalihkan isi tabung gas bersubsidi ukuran 3 kg, ke dalam tabung gas non subsidi ukuran 12 kg dan 50 kg. Keuntungan yang ia dapat yakni 50 ribu rupiah untuk tabung gas isi 12 kg, dan Rp. 500 ribu untuk tabung gas 50 kg. “Konsumen utama pelaku yakni beberapa hotel di kota Semarang,” imbuh Lilik seraya menunjukan barang bukti.

Karena ulahnya tersebut, pelaku dijerat tiga pasal sekaligus, yakni pasal 26 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 32 UU No. 2 1981 tentang Metrologi Ilegal, dan pasal 106 UU RI No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman minimal lima tahun penjara.

Barang bukti berupa 315 tabung gas, yang terdiri dari 27 buah tabung gas 50 kg, 12 buah tabung gas 12 kg dan 276 buah tabung gas 3 kg, serta 13 set alat pemindah gas berhasil diamankan petugas dari kediaman pelaku. “Kami juga menghimbau ke masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli tabung gas, belilah gas dari agen yang jelas,” tandas Liliek. (yas)

You might also like

Comments are closed.