Polisi Operasi Beras Plastik di Semarang Hasilnya Nihil

Polisi melakukan pengujian terhadap beras yang dipasarkan dengan memasukkan ke dalam air. Hasilnya, dalam operasi yang digelar Senin (25/5) siang, tidak ditemukan beras sintetis di Semarang. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Polisi melakukan pengujian terhadap beras yang dipasarkan dengan memasukkan ke dalam air. Hasilnya, dalam operasi yang digelar Senin (25/5) siang, tidak ditemukan beras sintetis di Semarang. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Sebagai bentuk antisipasi terhadap peredaran beras sintetis, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang melakukan pemeriksaan mendadak terhadap sejumlah toko beras di Kota Semarang, Senin (25/5).

Dalam pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiharto itu, perburuan petugas langsung mengarah ke sebuah toko beras di Salan Suyudono No 97B Semarang.

Di dalam Toko ‘Mulyo’ tersebut petugas mulai memeriksa contoh beras yang siap diedarkan. Petugas memeriksanya dengan memasukan beras ke dalam air. Apabila saat dimasukan ke dalam air beras tenggelam, beras tersebut dinyatakan asli. Selain itu petugas juga melakukan pengujian dengan cara menggigitnya.

Namun setelah melakukan beberapa pengujian, beras-beras di toko tersebut dinyatakan aman. “Sampai saat ini saya belum pernah menemui beras plastik. Antisipasinya ya cari suplier yang bisa dipercaya,” kata pemilik Toko Harta.

Perburuan kemudian berlanjut di  kios Pak Tani yang terletak di Jalan Abdulrahman Saleh, Semarang Barat dan Dela Mas di daerah Kalipancur, Ngaliyan. Di kedua kios tersebut petugas juga tidak menemukan adanya beras plastik.

Selain melakukan pemeriksaan mendadak di wilayah Semarang Barat, dalam operasi yang juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan tersebut, petugas juga memeriksa sejumlah kios di wilayah Semarang Timur.

“Ini untuk mengantispasi peredaran beras bercampur plastik, Polrestabes bersama dinas terkait turun ke lapangan untuk memeriksa. Namun  saat ini belum menemukan indikasi adanya beras plastik. Kalau ada diminta melaporkan,” kata Sugiharto. (yas)

You might also like

Comments are closed.