Polisi Pastikan Brigdatar Adam Meninggal Dianiaya

METROSEMARANG.COM – Polisi memastikan Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, taruna Akademi Kepolisian (Akpol) meninggal karena penganiayaan. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, berdasarkan hasil autopsi, Adam meninggal akibat terkena benda tumpul.

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono
Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Jadi hasil autopsi sudah kita dapat, dari hasil forensik mengatakan bahwa luka pada korban, Muhammad Adam itu sesak napas hingga meninggal dunia. Jadi kita pastikan itu meninggal karena penganiayaan atau pemukulan,” kata Condro saat ditemui wartawan, Jumat (19/5) di Mapolda Jawa Tengah.

Sebelumnya, lanjut Condro, pada Kamis (18/5) malam pihaknya telah melakukan olah TKP. Mereka juga menyita ikat pinggan serta benda tumpul berbahan plastik berukuran 20 cm dari gudang yang merupakam tempat kejadian perkara.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 35 orang saksi yang terdiri dari 21 saksi taruna tingkat II dan sisanya merupakan taruna tingkat III. “Sudah ada 1 yang diduga tersangka.” kata Condro.

Condro juga mengatakan, penganiayaan diduga dipicu karena senior taruna Akpol sering melihat juniornya tidak disiplin saat pesiar dan melanggar peraturan kehidupan taruna (perduptar).

Sebelumnya dikabarkan, Brigdatar Muhammad Adam, taruna tingkat II Akpol meninggal di Rumah Sakit Akpol pada Kamis (18/5) pukul 02.45 dinihari dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara.

Saat itu, Adam dilarikan ke Rumah Sakit karena sesak napas hingga pingsan. Padahal saat itu para taruna telah usai apel malam, namun diduga mereka masih melakukan kegiatan. (fen)

You might also like

Comments are closed.