Polisi Perkuat Bukti Gratifikasi dalam Kasus Deposito Pemkot

Polisi menunjukkan dokumen bukti kasus Pemkot-BTPN saat gelar perkara, 24 Maret 2015. Foto: Metrosemarang.com/Ade Lukmono
Polisi menunjukkan dokumen bukti kasus Pemkot-BTPN saat gelar perkara, 24 Maret 2015. Foto: Metrosemarang.com/Ade Lukmono

SEMARANG – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Semarang terus menggali bukti-bukti dugaan gratifikasi dalam kasus raibnya deposito Pemkot Semarang. Pasal gratifikasi ini disangkakan terhadap Suhantoro, sebagai Kepala UPTD Kas Daerah DPKAD Kota Semarang.

Kepala Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto mengatakan, pihaknya telah mengantongi bukti kuat untuk menjerat Suhantoro dengan pasal gratifikasi. Hal itu diperkuat dengan temuan bahwa Suhantoro selaku penyelenggara negara atau Pegawai Negeri Sipil, tidak melaporkan pemberian uang dari tersangka Diah Ayu Kusumaningrum, mantan bankir BTPN Semarang, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan KPK untuk kasus ini. (Pemberian) Itu memang tidak dilaporkan ke KPK,” kata Sugiarto, Jumat (22/5).

Padahal, sesuai Pasal 12B ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 tahun 2001, setiap penyelenggara negara atau PNS wajib melaporkan kepada KPK jika menerima pemberian yang patut diduga berkaitan dengan jabatan.

Suhantoro bersama Diah Ayu Kusumaningrum sudah ditetapkan tersangka sejak Kamis 9 April 2015. Suhantoro ditetapkan tersangka lagi oleh penyidik Polrestabes Semarang berdasarkan laporan korupsi gratifikasi nomor LP/A/64/III/Jtg/Restabes tanggal 20 Maret 2015 dan Surat Perintah Penyidikan nomor Sp.Sidik/112/III/2015/Reskrim, tanggal 20 Maret 2015.

Suhantoro sendiri saat ini sudah mendekam di Lapas Kedungpane Semarang. Dia juga terjerat kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Kota Semarang yang ditangani Kejari Semarang. Sedangkan, Diah Ayu belum ditahan. (yas)

You might also like

Comments are closed.