Polisi Sebaiknya Dilibatkan dalam Revitalisasi Kota Lama

Bekas kantor De Locomotief di Kota Lama yang dibiarkan mangkrak. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Bekas kantor De Locomotief di Kota Lama yang dibiarkan mangkrak. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Rencana Pemkot Semarang yang memulai lagi tahapan revitalisasi Kota Lama pada Minggu (17/1) besok, seolah menghembuskan angin segar bagi deretan gedung tua yang ada di kawasan tersebut. Keterlibatan aparat kepolisian diperlukan untuk menyingkap kepemilikan sejumlah bangunan mangkrak di Kota Lama.

Anggota Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang, Yunantyo Adi menyebut tahapan revitalisasi harus diarahkan pada kerusakan sebuah bangunan tua Jalan Kepodang Raya Kota Lama atau tepat di belakang gedung putih Jiwaswaraya.

Secara historis, gedung tua di Jalan Kepodang pada era kolonial Belanda sempat dipakai untuk kantor De Locomotief , suratkabar pertama yang muncul untuk melawan pendudukan tentara Belanda. De Locomotief, kata Yunantyo punya nilai sejarah tinggi lantaran Koran De Locomotief memiliki oplah cukup banyak.

“Konon, RA Kartini sering berlangganan koran De Locomotief saat zaman pergolakan Kemerdekaan Indonesia,” kata Yunantyo, kepada metrosemarang.com, Sabtu (16/1).

Lebih lanjut, Yunantyo menjelaskan, De Locomotief tempo dulu jadi koran pertama yang jadi napas perjuangan pers lokal dalam menyuarakan kebebasan berpendapat di tengah kekangan pemerintah kolonial Belanda.

“Atas dasar itulah, kami minta kepada Pemkot untuk memperbaiki bangunan ini dulu dengan memakai dana program revitalisasi yang total nilainya mencapai Rp 30 miliar,” ujar Yunantyo.

Saat ini, kondisi gedung De Locomotief tak ubahnya bangunan yang tak terurus. Ketika metrosemarang.com menengok ke lokasi, pada bagian atap gedung De Locomotief sudah runtuh. Bahkan, pemilik gedung sudah tidak mengurusi lagi dan hanya dibiarkan saja.

Karena itulah, Pemkot Semarang sebaiknya menggandeng aparat kepolisian untuk melacak pemilik bangunan tersebut, agar selanjutnya dapat diajak rembugan soal program revitalisasi. “Pemiliknya harus bertanggungjawab karena telah membiarkan gedung De Locomotief terbengkalai,” ucap Yunantyo.

Selain De Locomotief, Yunantyo mengatakan ada 20 gedung tua lainnya yang layak masuk tahapan revitalisasi di tahun ini. Gedung-gedung tersebut tersebar di sepanjang Jalan Kepodang, dan sekitar kawasan Kota Lama.

Ia menambahkan, program revitalisasi 2016 nantinya juga harus menyasar pada upaya pelestarian fungsi bangunan cagar budaya, serta peningkatan akses wisata bagi para pelancong yang singgah di Kota Lama.

“Jalan-jalan harus diperbaiki. Spot pameran produk lokal yang punya unsur budaya harus diperbanyak seperti menampilkan pameran buku, barang antik sampai titik belanja dan kuliner bagi pelancong,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.