Polisi Sita Sejumlah Dokumen dalam Penggeledahan di Kantor DKP Semarang

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sejumlah penyidik unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polrestabes Semarang melakukan penggeledahan di beberapa ruangan kantor Dinas Kebersihan dan  Pertamanan (DKP) Kota Semarang, Selasa (23/12) siang. Penggeledahan itu terkait kasus dugaan korupsi pemeliharaan sarana dan prasarana taman di instansi tersebut

Penyidik yang tiba sekitar pukul 10.00 itu langsung menggeledah ruangan Bidang Pertamanan yang diikuti beberapa ruangan lain. Kepala Bidang Pertamanan (DKP) Kota Semarang Imran Ulvi Basuki membenarkan adanya penggledahan yang dilakukan penyidik Polrestabes Semarang. “Penyidik mohon izin untuk mencari dokumen terkait kasus korupsi,” tutur Imran di kantornya.

Sementara,  Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto juga membenarkan adanya penggeledahan di kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang oleh jajarannya tersebut. “Ya benar anggota kami sedang menggeledah, melengkapi berkas penyelidikan,” ucap singkat Sugiarto.

Dalam kasus dugaan korupsi pemeliharaan sarana dan prasarana taman di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang tahun 2012, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk mantan Kabid Pertamanan Sujadi. Kasus ini berpotensi merugikan keuangan negara Rp 700 juta.

Anggaran pemeliharaan sarpras taman Kota Semarang tahun 2012 tersebut sebesar Rp 744.284.800 dengan realisasi sebesar Rp 742.688.335. Berdasarkan audit BPK pada 2013 ditemukan penyalahgunaan anggaran sebesar Rp 700 juta.

BPK juga tidak menemukan bukti belanja. Begitu juga dengan rekanan yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek ternyata fiktif. Namun, BPK menemuan nota dan kuitansi belanja di ruang Kabid Pertamanan senilai Rp 418.003.002. (yas)

 

You might also like

Comments are closed.