Polisi Tak Mau Buru-buru Simpulkan Penyebab Kecelakaan KA Kalijaga di Kaligawe

Kondisi mobil Suzuki Ertiga yang terlibat kecelakaan di perlintasan kereta jalan Kaligawe, Kamis (5/11). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kondisi mobil Suzuki Ertiga yang terlibat kecelakaan di perlintasan kereta jalan Kaligawe, Kamis (5/11). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Kepolisian tak mau buru-buru menyimpulkan penyebab tabrakan Kereta Api Kalijaga yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di perlintasan jalan Kaligawe, Kamis (5/11). Hingga saat ini polisi masih mendalami keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kronologi kecelakaan maut tersebut.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Baihaqi mengatakan, penyelidikan dilakukan guna mencari tahu ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden itu.

“Kronologi kejadian telah kami buat, kasusnya ditangani Satreskrim. Dari sisi lalu lintas, ya pengendara yang salah karena menerobos perlintasan saat ada kereta melintas,” kata Baihaqi, Jumat (6/11).

Menurut Baihaqi, dilihat dari kronologi atas keterangan saksi-saksi di lapangan, palang tersebut tidak tertutup sempurna, sehingga ada celah yang digunakan pengendara untuk menerobos. “Ada kesengajaan atau tidak terkait palang yang tak tertutup sempurna yang memicu pengendara menerobos masih diselidiki Satreskrim,” imbuhnya.

Senada juga diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto. Pihaknya mengaku masih memeriksa saksi-saksi terkait kejadian tersebut termasuk ketiga orang di dalam mobil Suzuki Ertiga H-9432-UF. “Masih kami dalami. Saksi-saksi masih kami periksa,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, KA Kalijaga yang melintas dari arah Solo menuju Semarang, menabrak mobil dan motor di perlintasan rel kereta api di jalan Kaligawe, Semarang, Kamis (5/11) pagi sekira pukul 07.30. Seorang pengendara sepeda motor bernama Nurul Ani (31)  warga Perum Graha Wijaya Kusuma Asri, Karanganyar, Tugu, Semarang tewas di lokasi kejadian. Sedangkan, tiga penumpang Ertiga mengalami luka-luka.

Salah seorang saksi, Toni (57) warga Nakula Raya no 52, Semarang Tengah mengatakan, saat kejadian dirinya mengendarai truk tangki dan berhenti di balik palang tepat di belakang kendaraan korban.

“Jadi sudah ada kereta pertama lewat, terus palang kebuka. Motor mobil kemudian lewat perlahan karena kondisi jalan rusak. Dari Selatan ternyata ada kereta, palangnya terus mau nutup tapi kan enggak sampai,” ujarnya.

Penjaga palang pintu, Tri Ahmad juga dimintai keterangan petugas. Ia  mengatakan motor dan mobil tersebut menerobos saat palang perlintasan dan peringatan sudah diaktifkan. “Mereka menerobos, padahal sudah menutup,” kata Tri Ahmad. (yas)

You might also like

Comments are closed.