Polisi Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Tebu di Kabupaten Pati

METROSEMARANG.COM – Petugas Sub Direktorat III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah menetapkan empat orang tersangka korupsi di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Mereka terlibat dalam pekerjaan pengadaan benih tebu pola II tahap II di Kabupaten Pati yang dilaksanakan oleh CV. Intraco Pratama pada 2013 lalu dengan nilai kontrak sebesar Rp 13,447 miliar.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Keempat tersangka yakni Hamim Teja Permana selaku Direktur CV. Intraco Pratama, Andri Priyanto selaku Pelaksana CV. Intraco Pratama, Mahfudi Husodo selaku Pemilik CV. Intraco Pratama yang kini masih dalam penyidikan, dan Soesiati Rahayu selaku Pejabat Pembuat Komitmen yang juga masih dalam penyidikan.

Modus yang mereka gunakan yakni dengan memberikan uang tunai kepada empat kelompok tani yang seharusnya memberi dalam wujud bibit.

“Pengadaan bibit tebu tidak sesuai dengan kontrak yang ada, yang mana CV IP tersebut harus membeli atau mengadakan bibit tebu tapi ternyata masyarakat kelompok tani yang mengadakan bibit sendiri kemudian diganti dengan sejumlah uang,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova, Kamis (30/3).

Keempat kelompok tani tersebut yakni Makmur Mandiri, Makmur Jaya, Tani Makmur, dan Subur Makmur. Dari keseluruhan keempat kelompok tani mereka seharusnya menerima 171.520 kwintal bibit tebu. Namun dalam pelaksanaannya CV. Intraco Pratama tidak mengadakan benih tebu sesuai dalam kontrak yang telah disepakati. Mereka hanya mengakomodir benih tebu yang sudah ditanam petani penerima bantuan dengan membagikan uang sebagai pengganti pembelian benih tebu.

Sementara itu untuk memenuhi persyaratan pencairan uang dari Dinas Perkebunan Jateng, CV. Intraco Pratama membuat faktur seolah-olah telah mengirimkan bibit kepada keempat kelompok tani.

Kini Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jateng telah menyita uang Rp 4,508 miliar yang berasal dari rekening kelompok tani. Dua tersangka Hamim Teja Permana dan Andri Priyanto akan diserahkan ke Kejaksaan karena berkas sudah lengkap (P21).

Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (fen)

You might also like

Comments are closed.