Polrestabes Semarang Gagalkan Penyelundupan Beras Bulog 48 Ton ke Kalimantan

METROSEMARANG.COM – Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan upaya pendistribusian beras Bulog yang tidak sesuai dengan tujuan penjualannya. Dua kontainer beras atau seberat 48 ton, diamankan oleh petugas saat hendak dikirim melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang menuju Banjarmasin, Kalimantan pada Kamis (11/1) lalu.

Kapolrestabes Kombes Pol Abioso Seno Aji menunjukkan beras Bulog yang akan dikirim ke Kalimantan. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, beras tersebut merupakan beras operasi pasar Bulog yang seharusnya didistribusikan di wilayah Semarang, Demak, dan Pati. Pendistribusian tersebut melalui mitra kerja Perum Bulog Divre Jateng yakni UD DM Putra Purwodadi milik H Slamet. 

“Saat diamankan petugas kami dari satgas pangan, pengemudi kontainer ini ngakunya mau di bawa ke Klaten untuk dilakukan pencucian beras. Tapi kan nggak mungkin kalau ke Klaten jalurnya lewat sini (pelabuhan),” ujar Abi, saat gelar kasus di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (17/1).

Atas kecurigaan tersebut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua sopir kontainer hingga mendapatkan keterangan bahwa puluhan ton beras itu akan di kirim ke Banjarmasin. Bahkan petugas juga mendapati keterangan jika masih ada rekannya yang hendak melangsungkan perjalanan dari Demak menuju Pelabuhan Tanjung Emas.

“Ia (sopir) saat tahu ada petugas dan langsung menelfon rekannya yang mau perjalanan ke sini dan kemudian kembali lagi ke Demak. Petugas kami kemudian melakukan koordinasinl dengan Polres Demak dan dilakukan penggeledahan dan memang benar petugas kemudian menyita barang bukti 24 ton beras,” imbuh Abi.

Kontainer yang mengangkut puluhan ton beras itu dikemudikan oleh Edi Widodo dan Akhmad Munawir. Mereka mengirim beras tersebut dari Demak menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dengan ongkos Rp 300 ribu.

“Dari harga saja kan juga nggak mungkin segitu kalau tujuannya ke klaten,” imbuh Abi.

Sementara, pengirim beras tersebut merupakan Esti Isniyati, yang membeli beras dari H Slamet yang merupakan mitra kerja Perum Bulog Divre Jateng. Pengiriman ke Banjarmasin rencananya akan dilakukan melalui jalur laut menggunakan agen PT Meratus.

Sejauh ini Polrestabes Semarang belum menetapkan tersangka dalam kasus penyelewengan diatribusi beras tersebut. Pihaknya masih memeriksa beberapa saksi termasuk pemilik UD DM Putra Purwodadi serta Esti Isniyati yang membeli beras tersebut untuk dijual ke Kalimantan.

“Ya ini kami masih memeriksa saksi-saksi, bisa saja ada oknum Bulog yang terlibat. Namun untuk memastikan kita tetap harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” beber Abi.

Sementara ancaman untuk para tersangka jika nantinya terbukti melakukan tindak penyelewengam pendistribusian beras diancam dengan Pasal 110 juncto pasal 35 ayat (2) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. (fen)

You might also like

Comments are closed.