Polrestabes Semarang Sita 200 Butir Ekstasi dari Penjual Mainan

METROSEMARANG.COM – Jajaran Polrestabes Semarang berhasil mengamankan 200 butir ekstasi dari seorang penjual mainan. Pria tersebut adalah Ari Setiyawan (33), warga Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, yang ditangkap saat hendak melakukan transaksi di Jembatan Jalan Durian Barat, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan pada Kamis (11/1) lalu.

Pengedar sabu diamankan petugas Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Tersangka ini memang sudah kami pantau pergerakannya, hingga pada akhirnya dilakukan penyergapan saat ia hendak melakukan transaksi,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (15/1).

Saat penangkapan, petugas menemukan sebuah plastik klip berisi sabu 1 gram sabu yang disimpan di dalam saku celana tersangka. Setelah penangkapan, petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah kamar kos tersangka yang terletak di Jalan Plewan I RT 05 RW 03, Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang dan menemukan sejumlah barang bukti.

“Di kos-kosan tersangka kami mengamankan ratusan butir ekstasi serta beberapa gram sabu,” imbuh Abioso.

Ekstasi sebanyak 200 butir diamankan petugas dari dalam kamar kos tersangka. Tak hanya itu, 7 gram sabu, satu timbangan digital, serta dua bendel plastik klip kosong tak luput dari pengamanan petugas. 

Untuk mengedarkan barang haram tersebut, tersangka mengantar barang itu kesebuah alamat yang telah disepakati. Dia menunggu perintah dari pengendali yakni Y yang kini masih dalam pengembangan petugas.

“Ini tersangka memang tidak seperti biasanya dikendalikan dari dalam lapas, dia dikendalikan oleh seseorang berinisial Y yang kini masih dalam pengembangan,” imbuh Abi.

Sementara pengakuan tersangka Ari, ia mulai kenal dengan Y sekitar 6 bulan lalu sejak bertemu di Simpang Lima Semarang. Mulai saat itu ia intens berkomunikasi melalui telepon hingga akhirnya diajak untuk berbisnis narkoba.

Sebelumnya dia biasa berjualan mainan di sekitaran Simpang Lima, Semarang sejak beberapa tahun lalu. Namun setelah mengenal dengan Y, ia mulai mempunyai kerjaan sampingan yakni menjadi seorang kurir narkoba. 

“Saya kenal dia di Simpang Lima, dulu saya pernah ketemu. Tapi sekarang hanya berkomunikasi lewat handphone, saya juga tidak tahu dia ada dimana,” tukas Ari.

Saat itu diiming-imingi dengan upah senilai Rp 2 juta hanya dengan mengantarkan beberapa barang sesuai wilayah yang dikehendaki oleh Y. Merasa tergiur, Ari kemudian menerima tawaran tersebut dan mulai melakoni kerjaan sampingan sebagai kurir narkoba. 

“Saya memang sudah dapat Rp 2 juta, tapi uangnya sudah habis, sudah saya buat senang senang,” ujarnya.

“Saya biasanya mengantar barang (narkoba) ke daerah Semarang Tengah, memang sesuai perintah di wilayah itu kayak Lamper Sari gitu,” tambah Ari.

Kini Ari dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (fen)

You might also like

Comments are closed.