Pompa Air Tak Berfungsi, Genangan Rob di Barito Utara Kian Menjadi

METROSEMARANG.COM – Banjir rob yang menggenangi Jalan Barito Utara, Semarang Timur sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir. Namun, pemerintah dinilai belum serius untuk menuntaskan masalah ini.

Banjir rob di Jalan Barito Utara. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Banjir rob di Jalan Barito Utara. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Selasa (28/6) kemarin, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumner Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang telah memberikan bantuan mesin pompa diesel untuk mengurangi genangan rob di jalan tembus menuju Kaligawe itu. Sayang, pompa tersebut nampaknya tak mampu mengurangi debit rob yang tiga bulan terakhir semakin parah.

Saat metrosemarang.com melihat kondisi di lokasi, Rabu (29/6) siang, pompa air tersebut tidak difungsikan. Karet mesin penghubung dibiarkan terlepas dan tidak ada yang memasang kembali.

Suharno (56) warga setempat mengungkapkan, pompa bantuan dari Dinas PSDA Kota Semarang yang dioperasikan sejak kemarin tak mengurangi genangan air rob. Warga, lanjut dia, sudah pernah secara swadaya membeli mesin pompa sendiri, namun karena tidak ada perhatian dari pemerintah pompa itu akhirnya dikandangkan. “Warga sudah putus asa, pemerintah tak pernah meninjau ke sini,” katanya.

Para pelaku usaha yang berada di sepanjang jalan tersebut banyak yang gulung tikar, termasuk satu toko modern Indomaret. Genangan rob menutup seluruh permukaan jalan. Anak-anak pun memanfaatkan kondisi ini untuk menambah uang jajan dengan meminta imbalan setiap kali ada kendaraan besar melintas.

“Banyak pengusaha yang tutup. Di sepanjang jalan ini dulu tempat usaha semua. Lha sekarang nggak ada yang lewat,” imbuh Subarno.

Kondisi itu juga dikeluhkan para sopir angkot jurusan Barito, Elisabeth, Papandayan. Terhitung sudah dua bulan angkutan umum sudah tak melintasi jalan tersebut karena tingginya air rob. Mereka terpaksa mencari jalur alternatif di perkampungan. Namun, warga kampung pun nampaknya keberatan jika ada angkot yang tiap hari melintas.

“Sudah nggak berani melintas, kalau pas simpangan sering mogok. Kita pakai jalur lain lewat perkampungan. Ya waktunya selisih 10 menit lebih lama,” kata Suparno (65) salah satu sopir angkot.

Warga dan pelaku usaha berharap agar pemerintah lebih serius mencarikan solusi untuk banjir rob di Barito Utara. Mereka khawatir jika tak segera ditangani, rob akan menenggelamkan permukiman. (din)

You might also like

Comments are closed.