Pondasi Ambles, Pasar Ikan Higienis Rejomulyo Mirip Sarang Tikus

METROSEMARANG.COM – Pasar Ikan Higienis (PIH) Mina Rejomulyo makin memprihatinkan saja. Bukan hanya sepi, beberapa bagian pasar yang berada di Jalan Pengapon No 39 Semarang itu juga ambles dan menciptakan rongga yang menyerupai sarang tikus.

Rongga yang diakibatkan amblesnya pondasi PIH Mina Rejomulyo. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Rongga yang diakibatkan amblesnya pondasi PIH Mina Rejomulyo. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Dari pantauan metrosemarang.com, bagian yang ambles tersebut terjadi pada pondasi yang mengelilingi gedung tersebut. Akibatnya, lantai keramiknya pun menjadi pecah-pecah tak beraturan.

Secara kasat mata, amblesnya pondasi ini bisa terlihat mulai dari pintu utama, pintu samping, hingga hampir seluruh teras yang mengelilingi gedung, dengan ukuran rongga mencapai 10-15 centimeter.

Salah satu pedagang setempat, Ruswandi mengungkapkan, amblesnya pondasi pasar sudah berlangsung sekitar dua tahun lalu. Padahal, gedung yang diresmikan pada 21 Desember 2006 itu, menurutnya dibangun cukup megah. “Itu sudah berlangsung sekitar dua tahunan, mungkin pemadatan lantainya kurang,” kata Ruswandi, Rabu (9/3).

Bagian teras PIH Mina Rejomulyo ambles dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Bagian teras PIH Mina Rejomulyo ambles dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Dia menduga, amblesnya pondasi juga dipengaruhi kontur tanah, yang dulunya merupakan rawa yang digunakan sebagai kuburan Cina. “Tapi yang di dalam keadaan pondasi lantainya masih bagus, tidak ada yang ambrol,” ujarnya.

PIH Mina Rejomulyo sedianya dibangun untuk menampung para pedagang ikan basah yang menempati Pasar Kobong, yang lokasinya berdekatan. Namun, para pedagang enggan pindah, dengan alasan klasik: sepi pembeli. Selain itu, bangunan pasar dua lantai tersebut dianggap merepotkan pedagang jika harus mengangkut barang dagangan.

Dalam perkembangannya, PIH Mina Rejomulyo justru didominasi para pedagang ikan hias, meskipun belakangan jumlahnya juga semakin menyusut. (din)

 

 

You might also like

Comments are closed.