Ponsel Android Anda Terinfeksi Malware? Ini Tandanya

Ilustrasi
Ilustrasi

PARA pengguna ponsel berplatform Android sebaiknya makin berhati-hati pada makin menjamurnya malware yang menyerang ponsel bersistem operasi besutan Google ini.

Malware yang menginfeksi ponsel dapat mengarah pada kejahatan cyber, yakni mencuri data pengguna, melakukan transaksi jual beli, menyedot pulsa dan kuota, hingga merusak daya tahan baterai.

Malware ini semakin lama semakin canggih, lantaran sulit dideteksi aplikasi keamanan ponsel. Nah, untuk mengetahui apakah ponsel Anda telah terinfeksi malware atau tidak, simak tanda-tanda berikut ini, seperti dikutip dari Read Write Web:

1. Daya tahan baterai menurun. Pengguna Android yang memakai perangkatnya secara normal dan tidak banyak melakukan aktivitas yang menguras baterai pasti mengetahui kisaran daya tahan baterai ponselnya.

Kalau daya tahan baterai menurun tanpa sebab yang jelas, ada kemungkinan malware menjadi biang keroknya. Contohnya seperti adware, jenis malware yang terus menerus mengirim iklan kepada pengguna sehingga mempengaruhi baterai perangkat.

2. Dropped call dan gangguan panggilan. Malware bisa menguping pembicaraan yang dilakukan dengan perangkat Android. Ketika hal ini terjadi, bisa muncul efek samping berupa gangguan panggilan atau dropped call.

Kalau pengguna yakin dua masalah ini bukan diakibatkan oleh gangguan sinyal, bisa jadi memang ada malware yang berupaya menyadap pembicaraan atau melakukan aktivitas mencurigakan lainnya.

3. Tagihan telepon yang membengkak. Inilah yang diakibatkan oleh malware pencuri pulsa dengan berbagai macam tekniknya, seperti mengirim SMS ke nomor dengan tarif premium.

Untuk menghindari kecurigaan, beberapa malware tipe ini hanya mengirim SMS sekali sebulan. Ada juga yang secara otomatis menghapus diri sendiri begitu selesai menguras tagihan pengguna dengan cepat.

Karena itu, ada baiknya mengecek tagihan telepon untuk melihat apabila ada pengeluaran yang mencurigakan. Siapa tahu ada malware di belakangnya.

4. Konsumsi data naik tiba-tiba. Yang satu ini juga bisa terjadi akibat malware, mirip dengan keanehan tagihan telepon di atas. Perubahan pola upload atau download boleh jadi merupakan pertanda bahwa seseorang atau sesuatu sedang memanfaatkan koneksi internet pada perangkat Android.

Memasang aplikasi pengukur kuota data bisa menunjukkan apabila sebuah perangkat telah disusupi malware, sekaligus mencegah kelebihan konsumsi data lewat penggunaan sehari-hari.

5. Performa yang menurun. Tergantung pada spesifikasi hardware perangkat yang bersangkutan, malware bisa membuat kinerja turun drastis. Pengguna PC yang pernah mengalami infeksi virus kelas berat tentu familier dengan gejala yang satu ini. Cara memeriksanya bisa dengan melihat konsumsi RAM atau load prosesor yang tidak wajar.

Itu dia cara untuk mengetahui keamanan ponsel Anda. Jika ponsel Anda dipastikan terkena malware, sebaiknya ubah settingan ponsel dengan cara melakukan factory reset. Jangan lupa, pertebal lapisan keamanan ponsel Anda dengan menambahkan anti-malware tambahan yang dapat Anda unduh di Play Store. (ren)

You might also like

Comments are closed.