Poros: Jokowi Bertindak Keliru, Kenaikan Harga BBM Tidak Relevan

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Persatuan Organisasi Kota Semarang (Poros) di Jl. Pahalwan, Semarang (24/11). Foto: Metro Semarang/Ade Lukmono
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Persatuan Organisasi Kota Semarang (Poros) di Jl. Pahalwan, Semarang (24/11). Foto: Metro Semarang/Ade Lukmono

 

SEMARANG – Kendati sudah ditetapkan sejak 18 Nopember 2014 lalu, aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi masih dilakukan. Senin (24/11) siang ini, demonstrasi dilakukan oleh Persatuan Organisasi Kota Semarang (Poros) yang bertempat di Jalan Pahlawan, Semarang.

Aksi ini berkaitan dengan citra Jokowi yang dinilai penuh kebohongan. Dalam rilisnya, Poros menilai kebijakan Presiden Jokowi mencabut subsidi BBM adalah tindakan yang keliru. Adalah kewajiban negara untuk menjamin penduduknya mendapatkan energi yang murah. Terlebih lagi, harga minyak dunia sedang turun dari 105 USD/barrel menjadi 75-79 USD/barrel.

Mereka menganggap, pemberian Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera hanya pengalih untuk meredam gejolak protes atas naiknya BBM.

“Selain itu, dampak domino kenaikan harga BBM akan berdampak pada semua sektor. Kenaikan UMR yang diputuskan sebelum kenaikan harga BBM tentu saja tidak relevan,” ujar koordinator lapangan, Rama Tantowijaya. (ade)

 

You might also like

Comments are closed.