Potensi Pajak Kendaraan Bermotor Perlu Dioptimalkan

METROSEMARANG.COM – Pendapatan daerah Kota Semarang dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) masih perlu dioptimalkan. Karena itu para camat dan lurah harus terus mendorong warganya untuk tertib membayar pajak tersebut.

Wali Kota Hendrar Prihadi saat memberi sambutan pada rapar koordinasi camat dan lurah di Balai Kota Semarang, Rabu (22/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat rapat koordinasi Camat dan Lurah di Ruang Loka Krida Gedung Moch Ichsan Lantai 8 Semarang, Rabu (22/3). Jumlah kendaraan roda dua di Semarang mencapai 4.640 unit dengan potensi pendapatan Rp 739 juta. Sedangkan kendaraan roda empat berjumlah 1.220 dan potensi pendapatan Rp 2,2 miliar.

”Sehingga kalau ditotal potensi pendapatannya mencapai sebesar kurang lebih Rp 3 miliar, dimana pajak tersebut digunakan untuk pembangunan Jawa Tengah dan khususnya Kota Semarang,” katanya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini menegaskan, para camat dan lurah harus terus berkoordinasi dan mendorong masyarakat di wilayahnya tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Sehingga dapat mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah yang hadir di kegiatan tersebut, Ihwan Sudrajat mengatakan, selama dua tahun terakhir pajak daerah Provinsi Jawa Tengah tidak mencapai target. Karena itu sangat mendukung langkah wali kota tersebut.

”Dalam kesempatan ini, Saya meminta Wali Kota Semarang untuk mendorong tingkat kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Karena Kota Semarang memiliki potensi pajak daerah terbesar,” ujarnya.

Semakin besar seorang kepala daerah meningkatkan kapasitas fiskalnya, maka dia mengatakan semakin mampu membuat keputusan yang strategis.

Selain melalui para kepala daerah, pihaknya juga terus melakukan usulan penyusunan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 dan bagi hasil. (duh)

You might also like

Comments are closed.