Potensi Parkir Semarang Rp 16 M per Tahun, kok Cuma Setor Rp 4 M, Ada Apa?

METROSEMARANG.COM – Persoalan parkir tepi jalan bukan hanya masalah kemacetan, namun juga minimnya jumlah retribusi bila dibanding dengan potensi yang ada lantaran pengawasan yang kurang. Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi berharap agar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang menunjukkan ketegasan dan keberanian dalam menata parkir di tepi jalan umum.

Menurut Supriyadi, saat ini setoran retribusi parkir tepi jalan umum ke PAD Kota Semarang tidak sampai Rp 4 miliar per tahun. “Padahal jika dikelola secara baik, bisa empat kali lipat. Apalagi saat ini jumlah pertumbuhan kendaraan mengalami perkembangan yang pesat,” ujarnya, Rabu (23/3).

Pengelolaan parkir tepi jalan di Kota Semarang belum optimal. Foto Metrosemarang/dok
Pengelolaan parkir tepi jalan di Kota Semarang belum optimal. Foto Metrosemarang/dok

Dikatakan, salah satu persoalan utama di lapangan adalah setoran dari para jukir tidak langsung ke Kas Daerah (Kasda) namun melalui berbagai pihak. Ada beberapa yang menjadi jalur aliran uang setoran, di antaranya koordinator lapangan, ketua kelompok, pemilik lahan parkir dan lain sebagainya. Dishubkominfo diminta berani melakukan penataan sehingga setoran parkir bisa masuk ke Kasda.

“Kalau soal preman atau oknum, pemerintah bisa berkoordinasi dengan kepolisian atau TNI, intinya jangan biarkan masalah ini berlarut-larut, kasihan uang rakyat, yang mestinya bisa untuk pembangunan, malah tidak jelas kemana larinya,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Tidak hanya itu saja untuk memudahkan setoran dari jukir, pihaknya mengusulkan agar dibuat semacam posko pembayaran di beberapa lokasi strategis. “Misalnya di Johar ada poskonya, di Jatingaleh untuk mencakup daerah atas dan lain sebagainya. Selain memudahkan jukir, juga memudahkan petugas Dishubkominfo,” katanya. (ade)

You might also like

Comments are closed.