PPP Hanya Jadi ‘Penonton’ di Pilwakot Semarang

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hadir saat deklarasi pasangan 'Sibagus', Minggu (26/7). Parpol berlambang kabah ini hanya bisa menjadi penonton di Pilwakot Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hadir saat deklarasi pasangan ‘Sibagus’, Minggu (26/7). Parpol berlambang kabah ini hanya bisa menjadi penonton di Pilwakot Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak bisa mengusung bakal calon Wali Kota Semarang. Hal itu dikarenakan dualisme kepengurusan yang mengeluarkan rekomendasi yang berbeda-beda.

“PPP tidak mengajukan berkas. PPP juga tidak bisa mengusung dua belah pihak (bakal calon Wali Kota) sekaligus. Namun PPP tetap dipersilakan mendukung, bukan mengusung,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono usai menerima berkas pendaftaran Hendi-Ita, Selasa (28/7) siang.

Diketahui sebelumnya, PPP telah terpecah menjadi dua kubu. Kubu PPP versi Romahurmuziy menyatakan dukungannya pada pasangan Sigit Ibnugroho Sarasprono dan Agus Sutyoso. Sedangkan PPP versi Surya Dharma Ali menyatakan dukungannya pada Hendi-Ita.

Bahkan, PPP yang mendukung Sigit-Agus sudah membawa berkas rekomendasi dari DPP PPP untuk diserahkan ke KPU pada saat ‘Sibagus’ mendaftar. “Ini juga merupakan hasil Rapimda,” kata Ketua DPC PPP Kota Semarang versi Romahurmuziy, Tafrikhan. Namun lantaran terganjal dualisme dukungan, penyerahan surat itu urung dilakukan.

Hal ini berbeda dengan Golkar yang juga mempunyai dualisme kepemimpinan, yaitu kubu Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono. Kedua pemimpin beda pandangan tersebut sepakat untuk menelurkan surat rekomendasi atas nama Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso. Dengan demikian, surat rekomendasi dari DPP Golkar terhadap Sigit-Agus masih bisa diterima KPU Kota Semarang. (ade)

You might also like

Comments are closed.