Prabowo Nyapres, Ketum PPP Prediksi Akan Muncul 2 Poros Koalisi

SEMARANG – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Romahurmuziy optimistis putaran Pilpres 2019 nanti hanya ada dua poros partai koalisi. Musababnya, saat ini sudah ada dua kandidat yang maju sebagai calon presiden (capres). Selain Presiden Joko Widodo alias Jokowi mendeklarasikan sebagai capres dari PDIP. Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto belum lama ini juga kembali nyapres.

 

Munas PPP
Munas Alim Ulama PPP ke-2, di Patrajasa Hotel Semarang, Jumat (14/3). (foto: Fariz Fardianto)

“Niatan Prabowo untuk nyapres di tahun 2019 tentunya telah mengakhiri adanya spekulasi kotak kosong. Ini juga mementahkan prediksi dimana semula Pak Jokowi diramalkan tidak punya lawan. Kemudian ini juga menghilangkan spekulasi munculnya poros ketiga. Ini rematch kedua pertarungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Sehingga tidak memungkinkan ada poros ketiga,” ungkap Rommy, panggilannya, saat membuka Munas Alim Ulama PPP ke-2, di Patrajasa Hotel Semarang, Jumat (13/4).

Ia pun menyerukan kepada semua parpol peserta Pilpres 2019 agar mampu menyuguhkan kontestasi dengan penuh martabat dengan menekan ujaran kebencian yang bernuansa SARA.

Rommy menyatakan semua kader partainya harus bahu-membahu menyuguhkan permainan politik yang menyenangkan, menghibur, sehingga masyarakat tidak lagi terintimidasi dengan penyelenggaraan Pilpres sebagai kontestasi politik terbesar di negeri ini.

Rommy menegaskan PPP menjadi partai kedua yang mendukung Jokowi sebagai capres 2019. Dukungan partainya kepada Jokowi, kata Rommy, muncul dalam Mukernas PPP yang dihadiri alim ulama 34 provinsi pada Juli 2017 lalu.

“Makanya, apa-apa yang jadi agenda keumatkan kita kemudian dititipkan kepada Pak Jokowi ke depan. Saat ini, kita sedang mendengar kajian ulama untuk menentukan figur yang pantas mendampingi Jokowi. Dengan demikian, PPP punya azas sesuai kesepakatan alim ulama di 34 propinsi,” terang Rommy.

Lebih jauh lagi, Rommy menyatakan telah membentuk poros koalisi yang berisi enam parpol untuk membahas sosok cawapres setelah putaran Pilkada serentak 2018 rampung. “Setelah 27 Juli nanti kita lebih baik mengajukan assesment (terkait sosok cawapres pendamping Jokowi). Sebab sekarang sudah ada enam parpol pendukung Jokowi. Kita tinggal cari kebutuhan beliau saja,” ujar Rommy. (far)

You might also like

Comments are closed.