Prihatin Kasus Pungli Retribusi Parkir, Dewan Minta Diusut Tuntas

Ilustrasi

SEMARANG – Adanya oknum pejabat di Kecamatan Mijen yang diduga terlibat kasus pungutan liar retribusi parkir membuat prihatin kalangan legislatif di DPRD Kota Semarang. Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) diminta segera bisa menyelesaikan permasalahan ini.

Anggota DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan sangat menyesalkan adanya kasus tersebut. Apalagi kasus tersebut diduga dilakukan oleh aparat yang mempunyai kekuasaan wilayah secara admistratif yaitu seorang camat dan lurah.

Baca Juga: Camat Bernisial MY Diduga Dalangi Pungli Parkir Sirkuit Mijen

‘’Saya sangat menyesalkan. Padahal mereka kan tahu persis Kota Semarang sudah punya perda tentang retribusi usaha yang di dalamnya ada (mengatur) parkir,’’ kata Anang BU, Selasa (17/4). Dia yakin mereka pastinya sudah paham adanya peraturan tersebut. Karena itu, dia mempertanyakan kenapa mereka mengelola parkir sebuah event di Sirkuit Mijen itu tidak menggunakan landasan hukum yang benar.

‘’Tapi malah melanggar perda yang notabene itu adalah produk hukum di Kota Semarang,’’ ujarnya mempertanyakan. Sehingga, dia menegaskan tentunya hal ini membuat pihaknya prihatin dan meminta Polrestabes Semarang agar segera bisa menyelesaikan permasalahan yang sesungguhnya.

Sementara itu, Inspektorat Kota Semarang menyatakan belum memberikan sanksi kepada oknum pejabat di Kecamatan Mijen yang diduga terlibat kasus pungli retribusi parkir tersebut.

Baca Juga: Uang Rp 15,9 Juta Sebagai Bukti Pungli Parkir Sirkuit Mijen

Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum mengatakan, masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Saber Pungli yang menangani kasusnya. ‘’Kami belum menerima laporan dari Tim Saber Pungli, tapi jika nanti sudah mendapatkan laporan pasti segera kami tindak lanjuti,’’ katanya.

Dia menegaskan, sejauh ini kasus tersebut masih sebatas dugaan atas laporan dari masyarakat. Karenanya masih harus dibuktikan dulu. Tetapi jika nanti terbukti, sanksi akan diberikan sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Seperti diketahui, Camat Mijen yang berinisial MY diduga terlibat pungli retribusi parkir di Sirkuit Mijen saat ada kegiatan Trial Game Asphalt 2018. Pada gelaran yang berlangsung 6-7 April itu tarif parkir yang dikenakan untuk sepeda motor sebesar Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Padahal sesuai perda seharusnya tarif parkif yang dikenakan hanya Rp 1.000 untuk sepeda motor dan mobil Rp 2 ribu.

Tim Saber Pungli Kota Semarang yang mendapat laporan dari masyarakat kemudian melakukan penyelidikan dugaan pungli retribusi parkir yang diduga melibatkan Camat setempat tersebut. (duh)

You might also like

Comments are closed.