Prihatin Kasus Salim Kancil, Petani Gelar Ruwatan di Depan Kejati Jateng

Gunungan berisi hasil pertanian ini turut diarak dalam aksi solidaritas yang dilakukan para petani di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (6/10). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Gunungan berisi hasil pertanian ini turut diarak dalam aksi solidaritas yang dilakukan para petani di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (6/10). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Ratusan petani menggelar ruwatan di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (6/10). Aksi ini sekaligus sebagai bentuk solidaritas atas kekerasan yang dialami dua petani Lumajang Jawa Timur, Salim Kancil dan Tosan.

Para petani dari Aliansi Gerakan Tani Jawa Tengah untuk Transparansi dan Kedaulatan Desa ini membawa hasil panen, seperti petai, terong, lombok dan sejumlah sayuran lainnya, lengkap dengan pembakaran dupa. Seorang lelaki tua yang didaulat untuk memimpin prosesi ruwatan.

Dari atas mobil komando, sang dukung melakukan ruwatan. Selanjutnya,  di atas mobil komando. Selanjutnya, gunungan yang berisi hasil tani juga diarak untuk menyempurnakan proses peruwatan.

Salah seorang peserta aksi, Rosikin menuturkan, terbunuhnya Salim Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan membuktikan bahwa kondisi petani di Indonesia kian hari mengalami diskriminasi.

“Dengan banyaknya persoalan yang dihadapi petani baik kasus tanah maupun kasus produksi. Tak sedikit pula dampak dari konflik agraria berujung pada kekerasan terhadap petani, bahkan tak jarang yang meninggal,” bebernya.

Mereka menuntut aparat penegak hukum menyeret para pelaku dan otak kekerasan terhadap dua petani Lumajang, Jawa Timur itu hingga tuntas. Rosikin menambahkan selain menggelar aksi solidaritas, para petani menuntut pemerintah segera melaksanakan reformasi agraria sesuai mandat Undang-undang Pokok Agraria tahun 1960. (yas)

You might also like

Comments are closed.