Prihatin Kasus SMANSA, Ini Solusi yang Disarankan Hendi

METROSEMARANG.COM – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan dua siswa SMA Negeri 1 (SMANSA) Semarang, AP dan MA terhadap juniornya yang berujung dikeluarkannya kedua siswa tersebut membuat Wali Kota Hendrar Prihadi prihatin. Hendrar yang juga merupakan alumni sekolah tersebut menyayangkan tindakan kekerasan.

Unjuk rasa siswa SMANSA sebagai aksi solidaritas terhadap rekannya yang dikeluarkan sekolah, Jumat (2/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Korban yang mengalami tindakan perundungan memang diharuskan melapor agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari. Biasanya perundungan terjadi karena sudah menjadi tradisi.

Dia mengatakan, sebagai Wali Kota, dirinya tidak bisa ikut campur dalam kebijakan sekolah tersebut, mengingat SMANSA sudah menjadi wilayah Pemprov Jateng. Dia hanya menyarankan pihak sekolah untuk bertemu dengan Gubernur untuk solusi.

“Sowan aja ke Plt Gubernur. Memang sekolah juga harus menindak tegas jika memang terjadi pemukulan seperti yang diberitakan. Tapi pastinya ada solusi dari Pemprov,” kata dia, Jumat (2/3).

Mengingat kedua pelaku akan menempuh Ujian Nasional (UN) keputusan mengeluarkan juga jadi pertimbangan. Hendi menambahkan, penundaan hukuman juga bisa menjadi solusi jika memungkinkan.

AP dan MA dikeluarkan dari SMANSA sejak awal Februari 2018. Mereka diduga melakukan kekerasan terhadap juniornya pada saat Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS pada akhir Desember 2017 silam. (ade)

You might also like

Comments are closed.