Privatisasi Jalan Depan Mal Paragon, Dishub Lepas Tangan

Rekayasa lalu lintas di depan Mal Paragon menuai kontroversi. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Rekayasa lalu lintas di depan Mal Paragon menuai kontroversi. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Rekayasa lalu lintas di depan Mal Paragon menuai kontroversi. Kebijakan ini diklaim untuk mengantisipasi kemacetan yang biasa terjadi di lokasi tersebut, meski ada juga yang menilai sebagai privatisasi akses fasilitas umum.

Di depan Mal Paragon Jalan Pemuda Semarang terdapat susunan traffic cone dan rambu penunjuk arah yang menunjukkan arah ke kiri untuk masuk ke Paragon Mall. Rekayasa jalan ini memakan sebagian jalanan umum yang seharusnya dapat dinikmati semua pengguna jalan.

Selain itu, dengan rambu ini seolah hampir sepertiga Jalan Pemuda yang berada di depan Mal Paragon seolah menjadi milik swasta.

Ditanya terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agoes Harmunanto mengatakan, yang bertanggungjawab atas rekayasa tersebut adalah Satlantas Polrestabes Semarang.

“Nanti kalau ada yang bertanya mengenai hal ini, suruh tanya saya saja. Yang penting jalan jadi lebih lancar, kan?” ujar Agoes menirukan ucapan Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana, Jumat (3/7).

Jalan di depan pusat perbelanjaan terbesar di Semarang tersebut memang menjadi salah satu titik kemacetan. Lokasi Mal Paragon yang berada di persimpangan menjadi penyebabnya. Rekayasa lalu lintas yang diberlakukan juga belum sepenuhnya bisa mengatasi kemacetan. (ade)

You might also like

Comments are closed.