Pro Duta vs PSIS: Awas, Potensi Ancaman Sayap Kuda Pegassus

image

SEMARANG – PSIS harus melawat ke Stadion Teladan Medan, Sabtu (20/9) sore nanti dalam kondisi kurang ideal akibat kehilangan sejumlah pemain. Situasi ini tentu saja berpotensi menghadirkan kesulitan bagi Mahesa Jenar untuk meladeni kecepatan sayap-sayap Pro Duta.

Pro Duta akan menjadi lawan PSIS pada lanjutan babak 16 besar Divisi Utama Grup J. Pasukan Kuda Pegassus bukanlah tim sembarangan, yang akan begitu mudah dilumat tim kebanggan wong Semarang. Tim ini punya kekuatan merata di semua lini.

Saat bentrok pertama di Jatidiri, 6 September silam, Fauzan Fajri dkk sudah merasakan alotnya perlawanan yang diberikan anak asuh Ansyari Lubis. Bahkan, PSIS harus butuh penalti Ronald Fagundez untuk memastikan kemenangan atas Pro Duta, setelah sempat tertinggal di babak pertama.

“Pro Duta punya kolektivitas yang cukup bagus. Serangan sayap mereka juga sangat berbahaya,” tutur arsitek PSIS Eko Riyadi.

Formasi 4-3-3 yang diperagakan Walter Brizuela cs sanggup memberi siksaan sepanjang pertandingan buat pertahanan Mahesa Jenar. Slot penyerang yang diisi Rachmad Hidayat, Fiwi Dwipan dan Ghazali Siregar bergerak cukup dan dinamis berkali-kali merepotkan bek-bek PSIS.

Mereka didukung dua gelandang senior Walter Brizuela dan Donny Siregar yang siap mengalirkan bola ke lini depan. Pro Duta tentunya bakal lebih agresif saat tampil di rumah sendiri.

Ironisnya, PSIS datang ke Medan dengan kondisi pincang. Winger Franky Mahendra masih absen lantaran cedera. Begitu juga dengan Safrudin Tahar yang harus menepi dengan alasan serupa. Padahal, Eko Riyadi sudah pasti kehilangan Anam Sahrul yang terkena akumulasi kartu.

“Menghadapi Pro Duta, kami harus bisa bermain secara tim. Absennya 1-2 pemain sudah kami antisipasi. Saya hanya ingin anak-anak bermain lepas dan menikmati pertandingan,” imbuh Eko.

Untuk menangkal serangan sayap Pro Duta, gelandang-gelandang PSIS wajib memutus aliran bola dari Brizuela. Gelandang Argentina ini memang menjadi kreator serangan Kuda Pegassus, sementara tugas perebut bola diperankan Donny Siregar.

Eko pun sadar dengan pentingnya memenangi pertarungan di blok sentral. Pelatih asli Semarang ini sudah menyiapkan beberapa skema di lini tengah untuk menyumbat aliran bola Pro Duta. Jika sukses memberi tekanan pada Brizuela, sayap-sayap PSIS yang kemungkinan diisi Nufiandani, Ronald Fagundez ataupun Saptono bisa lebih leluasa mengacak-acak pertahanan lawan.

Tambahan satu poin sudah cukup buat menjadikan PSIS sebagai salah satu wakil Grup J di babak 8 besar. Jika sampai kalah, tekanan di laga terakhir kontra Persikabo bakal semakin berat. (*)

PRAKIRAAN PEMAIN
Pro Duta 4-3-3: Yudha Andika; Rachmadani, Agus Nova, Vali Kenari, Romi Agustiawan; Donny Siregar, Fajar Handika, Walter Brizuela; Rachmad Hidayat, Ghozali Siregar, Fiwi Dwipan

PSIS 4-2-3-1: Catur Adi; Taufik Hidayat, Fauzan Fajri, Sunar Sulaiman, Welly Siagian; Edyanto, Andi Rohmad; Ronald Fagundez, M Yunus, Nufiandani; Julio Alcorse

You might also like

Comments are closed.