Produk Kreatif Semarangan Sukses Pikat Warga Moskow

METROSEMARANG.COM – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang ikut dalam Festival Indonesia di Moskow, Rusia yang telah berlangsung pada 4-6 Agustus lalu. Dalam festival tersebut berjalan sesuai harapan dengan hampir seluruh produk yang dibawa Kadin ludes terjual.

Warga Moskow antusias melihat produk-produk unggulan Kota Semarang dalam Festival Indonesia di Moskow, Rusia. Foto: dokumentasi Kadin Kota Semarang

Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, stand Indonesia yang termasuk berisi produk-produk dari Semarang diserbu para pengunjung. Produk kreatif yang dibawa Semarang dan banyak diminati warga Rusia di antaranya handycraft, tas, fashion batik, dan juga sepatu.

”Warga Moskow sangat menyukai produk-produk kreatif yang kami tawarkan. Hampir semuanya ludes terjual,” kata Arnaz, Senin (14/8).

Dijelaskan, Kadin mengikuti kegiatan Festival Indonesia tersebut untuk tujuan memperluas akses pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Semarang. Semua yang dipamerkan di festival adalah produk unggulan dari UMKM tersebut.

Baca Juga: Pengusaha Batik Semarangan Keluhkan Minimnya Dukungan Pemerintah

Selain itu, pihaknya ingin membuka peluang kerjasama dengan investor yang datang ke festival. Karena itu pihaknya membuka stand khusus untuk memajang produk unggulan Semarang lengkap dengan kontak person pelaku UMKM yang membuat produk.

Adapun produk yang dipasarkan di Moskow antara lain Batik Sri Asih, tas Roro Kenes, sepatu Biondi, tas Te Ha, fashion Ina Priyono dan batik Serodja. Selain itu ada pula produk-produk milik Trasty dan Dahlia Art. Pada festival ini tercatat dihadiri 91 ribu pengunjung.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Litani Satyawati menambahkan, produk Semarangan yang laku dibeli pengunjung adalah produk batik berupa scraf, handycraft, dan tas handmade serta pernak-pernik lainnya.

”Selain menjual produk, saat pameran juga ada beberapa komitmen pemesanan produk unggulan dari pengunjung yang jumlahnya tidak kecil. Langsung kami tindak lanjuti dengan memberikan contact person pelaku usaha mikronya,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.