Produk Unggulan Daerah Cari Pasar Baru di Semarang

METROSEMARANG.COM – Puluhan produk unggulan daerah mencari pasar baru di Kota Semarang. Mereka mengikuti pameran Inavest dan Idecraft 2018 di DP Mall Semarang, 23-25 Maret.

Produk unggulan daerah dipamerkan di Inavest dan Idecraft 2018 di DP Mall Semarang, 23-25 Maret. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Mereka mempromosikan produk unggulannya melalui instansi dinas terkait dari daerah masing-masing. Salah satunya Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung Bali yang membawa produk unggulan tenun ikat dan songket.

Perajin Tenun Bali Sri Widi, Wayan Widyantara mengatakan, dirinya datang ke Semarang untuk mempromosikan tenun ikat dan songket khas Klungkung Bali.

“Kain kami sudah sampai ke Jakarta hingga Malaysia. Kini kami ingin mempromosikan ke pasar yang lebih luas salah satunya Semarang,” katanya saat ditemui di sela pameran, Jumat (23/3).

Ada beberapa jenis kain yang dibawa antara lain kain ndek atau tenun ikat, songket bordir dan songket handmade.

Menurut dia, Klungkung merupakan pusat kerajinan kain Bali. Motif yang digunakan pun sangat khas dengan warna cerah.

“Kain ini sudah ada sejak zaman kerajaan. Biasa digunakan sebagai souvenir untuk tamu,” katanya.

Selain kain khas Klungkung Bali, Kopi Jambi juga dipromosikan di acara tersebut. Penggiat Kopi Jambi, Tunggul Amin mengatakan, Kopi Jambi ini memang baru muncul tiga tahun belakangan.

“Selama ini kopi dari Jambi namanya memang belum terdengar walau sebenarnya potensi ada. Hal itu karena petani kurang teredukasi bagaimana menanam kopi yang berkualitas, jadi masih asal petik,” katanya.

Disamping itu, lanjut dia, masyarakat juga belum mengonsumsi kopi lokal. Sehingga tiga tahun ini kami mulai mengenalkan kopi Jambi.

Ada tiga jenis kopi dari Jambi, yaitu Robusta dari Jangkat Merangin, Arabica dari Kerinci Kayu Aro, dan Liberica dari Tungkal Tanjabar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Inavest Idecraft 2018, Nurul Kawakib mengatakan, kegiatan ini merupakan pameran investasi dan pelayanan publik.

“Ada 30 instansi dari berbagai daerah di Indonesia yang terlibat dalam acara ini. Tujuan kami yaitu mempromosikan investasi dan produk unggulan daerah di antaranya dari Bali, Jambi, Sidoarjo, Depok, hingga Wakatobi,” katanya. (ang)

Selain itu, imbuh dia, membukakan pasar baru bagi produk dan investasi dari daerah tersebut.

You might also like

Comments are closed.