Produksi Capai 1.000 Ton, Pemkot Ajak Warga Kelola Sampah

METROSEMARANG.COM – Pemkot Semarang mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap pengelolaan sampah. Sebab baru 15% dari total sampah yang dihasilkan kota ini yang dikelola oleh masyarakat di antaranya melalui bank sampah.

Tumpukan sampah terlihat di aliran sungai yang melintas di Mangkang Wetan. Sampah di Semarang belum dikelola optimal. Foto: metrosemarang.com/dok

Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto mengatakan, jumlah penduduk Kota Semarang mencapai 1,6 juta jiwa. Tersebar di 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Dari jumlah penduduk itu menghasilkan sampah setiap harinya mencapai 1.000 ton.

”Dari ribuan ton itu yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Jatibarang ada 850 ton, baru 15% sisanya dikelola oleh masyarakat melalui bank-bank sampah,” katanya, Selasa (28/2).

Menurutnya ada kurang lebih 50 bank sampah di Kota Semarang. Adi menuturkan, berbagai upaya sendiri telah dilakukan Pemkot menyikapi besarnya volume sampah tersebut. Sampah dikelola sehingga menjadi lebih bermanfaat. Di antaranya dengan mengolahnya menjadi pupuk organik, gas methan yang produksinya mencapai 120 m3/hari, membuat instalasi pengolahan air limbah komunal, dan membentuk kelompok masyarakat peduli lingkungan serta memberdayakan bank sampah yang ada di masyarakat.

”Untuk mengolah sampah menjadi gas methan, kita bekerjasama dengan negara Denmark membuat Landfilled Gas System, konsepnya adalah mengubah limbah sampah menjadi energi listrik 1,5 megawatt,” terangnya.

Adi menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah sangat penting. Sebab persoalan sampah merupakan permasalahan yang kompleks. Tidak mungkin kalau hanya diselesaikan pemerintah saja, tapi butuh banyak tangan untuk bekerja keras mengatasi sampah. Targetnya Semarang bisa bebas sampah tahun 2020. (duh)

You might also like

Comments are closed.