Profesor dari Boston University Tularkan Ilmu Penanggulangan Banjir di Semarang

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pakar geologi dari luar negeri tertarik mengembangkan sistem penanggulangan banjir untuk Kota Semarang. Salah satu guru besar dari Boston University Amerika Serikat, Prof Magaly Koch bahkan langsung menyambangi Universitas Semarang (USM) untuk menularkan ilmunya di bidang penanggulangan banjir di wilayah perkotaan.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
“Kita semua harus mengikuti kemajuan teknologi yang semakin pesat dan harus memahami betul apa saja untuk menerapkan teknologi sebagai antisipasi banjir di perkotaan,” ungkap Magaly, saat memaparkan keahliannya dihadapan ratusan mahasiswa USM, di lantai VI Gedung Fakultas Kedokteran Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Senin (11/12)

Menurutnya pemetaan daerah rawan banjir bisa dilakukan melalui pemantauan citra satelit. Ia pun mengajak para mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola teknologi modern. Terlebih lagi, Kemenristekdikti telah menjalin kerjasama dengan Boston University di bidang pertukaran pelajar.

“Jika berminat, kami mengajak mahasiswa di sini untuk dijadikan prioritas dalam program tukar pelajar dengan Boston University. Mereka nantinya bisa berkolaborasi dengan mahasiswa-mahasiswa yang ada di Amerika. Kami siap menularkan ilmunya,” paparnya.

Sementara itu, Albert sebagai Ketua Internasional Office USM menyatakan bahwa kedatangan Magaly Koch untuk menindaklanjuti kerjasama yang sudah terjalin sejak lama dengan Boston University.

Pihaknya sudah meneken nota kesepahaman dengan universitas di Negeri Paman Sam tersebut untuk meningkatkan keahlian teknologi tata kota untuk mengatasi banjir di Semarang.

“Kami sudah sepakat bertukar ilmu untuk melakukan riset bersama termasuk memetakan pengelolaan tata kota. Hal ini tentunya bisa diimplementasikan di Semarang yang selama ini punya permasalahan yang sangat kompleks,” katanya.

Ia menambahkan dalam waktu dekat sejumlah ahli tata kota lainnya dari Amerika Serikat akan berkunjung ke kampusnya untuk bertemu dengan mahasiswa Teknik Sipil.

“Semoga kerjasama ini dapat diperkuat dengan menerapkan teknologi anti banjir di kota Semarang,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.