Program Jamkesmaskot di Semarang Minim Peminat

METROSEMARANG.COM – Warga Kota Semarang kini mempunyai kemudahan dalam mengurus pengobatan gratis melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat Kota (Jamkesmaskot). Namun, sejak diluncurkan pada awal April 2016, program untuk warga miskin tersebut masih minim peminat.

Program Jamkesmaskot dirancang untuk memudahkan warga kurang mampu melakukan pengobatan gratis. Mereka yang ingin melakukan pengobatan gratis tak perlu lagi ribet mengurus administrasi melalui Dinas Kesehatan, melainkan bisa langsung mendaftarkan diri di RSUD Ketileng Semarang.

Dirut RSUD Ketileng, Susi Herawati. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Dirut RSUD Ketileng, Susi Herawati. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Direktur Utama RSUD Ketileng Semarang Susi Herawati mengatakan, pihaknya sudah mendapat tekanan dari Wali Kota Semarang agar memberi akses yang mudah bagi warga Kota Semarang. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tak ragu-ragu untuk mengurus jaminan kesehatan gratis dari pemerintah.

“Jamkesmaskot khusus warga Kota Semarang, tetapi kami tidak menolak pasien dari daerah lain. Namun, untuk penjaminan kesehatan gratis hanya untuk warga Kota Semarang,” kata Susi kepada wartawan di sela-sela acara seminar kesehatan di Balai Kota Semarang, Sabtu (30/4).

Meski cara mengurusnya dipercepat dan tak perlu melewati administrasi yang ribet, ternyata minat masyarakat kota Semarang masih minim. Hal itu diakui Susi saat ditanya mengenai data jumlah warga Kota Semarang yang sudah terdaftar Jamkesmaskot.

“Sudah beberapa, sudah ada beberapa. Mungkin tidak terlalu banyak, sekitar 20-30-an,” katanya. (din)

You might also like

Comments are closed.